BusinessE-CommerceTechnologyTourism

Kini, Sudah Ada Sosmed Khusus Pelaku Pariwisata Milik Indonesia

Seiring semakin seriusnya pemerintah mendukung sektor pariwisata yang diandalkan sebagai leading sector dan juga sebagai core economy Indonesia, saat itupula, semakin banyak masyarakat Indonesia yang tahu, paham dan tertarik pada dunia pariwisata.

Banyak sekali pelaku pariwisata Indonesia bila kita ingin menyebutkannya, sebut saja wisatawan, travel agent, tour operator, tour guide, pengusaha perhotelan, pengusaha transportasi, pengusaha cenderamata, pengusaha kuliner dan masih banyak lagi. Dengan cakupan seluas ini, sangat beralasan Indonesia menggantungkan perekonomiannya pada sektor yang menarik seperti pariwisata ini.

Tetapi bila kita cermati lebih mendalam, arus informasi yang begitu kencang dan diperlukan oleh para wisatawan dan juga media menyalurkan informasi dari para pengusaha di bidang pariwisata masih belum ada. Setidaknya sampai Rabu (16/8), saat peluncuran OnTA (Online Travel Assistance), sebuah sosial media buatan anak bangsa yang ditujukan sebagai media penyaluran informasi pariwisata yang nantinya akan terus berkemabng lebih maju.

Menurut CEO OnTA, Pieter K. Senkey kedepannya OnTA akan terus berkembang maju, tetapi pada dasarnya OnTA ada untuk menjadi media sosial khusus pelaku pariwisata dan berfungsi seperti sosial media yang sudah ada.

“OnTA merupakan media sosial dimana para insan pariwisata, pemandu wisata, pemilik restoran atau pelaku industri pariwisata berbagi atau sharing tentang pengalaman mereka melalui unggahan foto, video ataupun cerita tentang daerah wisata tersebut,” ujarnya saat kepada wartawan di acara soft launching, OnTA di Hotel Grand Mercure, Harmoni, Jakarta, Rabu (16/8).

Pieter K. Senkey juga mengatakan, sebelumnya OnTA sudah tersedia di Google Play Store sejak tanggal 2 Agustus 2017. Hingga saat ini sudah diunggah oleh lebih dari 1.000 orang dari berbagai belahan dunia.

OnTA ini tambahnya, dibuat untuk membantu mencari tempat destinasi yang menarik, tempat kuliner yang enak, mereka bisa sharing semua informasi itu di OnTA ini.

“Fitur yang ada dapat membantu para wisatawan mendapatkan informasi, yakni jika ada satu komunitas pecinta kuliner, bisa membuat suatu grup khusus untuk pecinta kuliner, dan para pengguna lain bisa masuk ke dalam grup tersebut atau membuat grup private,” sambungnya.

Untuk target pasar, Kami targetkan pada usia 13 hingga 55 tahun, karena dikirakan usia tersebut yang masih produktif dan masih menggunakan smartphone untuk mencari informasi.

“Untuk satu tahun pertama, kami menargetkan pengguna aplikasi OnTA ini mencapai 700 hingga 1 juta orang,” kata Pieter.

Selain fitur grup, OnTA juga menyediakan fitur dimana dapat menampilkan lokasi terkini para anggota berada dan juga melihat lokasi anggota grup yang private.

“Harapannya, OnTA ini akan sebagai ‘The World Travel Community’ yang menjadi sebuah aplikasi komunitas satu-satunya di dunia, dan tentunya diharapkan dapat membantu para pelaku industri pariwisata sekaligus untuk mempromosikan obyek wisata dalam negeri dan luar negeri,” pungkasnya, Pieter.

Sementara untuk informasi terkait penggunaan dan fitur-fitur di dalam OnTA ini bisa langsung di klik ke websitenya di www.onta-app.com .

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close