Eco TourismHeadline NewsHealthy Life

KLHK Siapkan Rencana Pengelolaan Danau Sentani

Danau Sentani merupakan danau terluas di Papua. Danau ini terletak di bawah lereng Pegunungan Cyclops dan terbentang diantara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl.
Menurut Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) saat mendampingi Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI yang diketuai Ridwan Hisyam beum lama ini, kondisi Daerah Tangkapan Air (DTA) danau Sentani semakin menurun. Salah satu penyebabnya adalah penduduk di sekitar danau yang semakin banyak, sehingga limbah domestik semakin banyak pula yang masuk ke danau tersebut. Seiring dengan kampanye Kendalikan Sampah Plastik, Vivien mengapresiasi kondisi danau Sentani yang cukup baik.
“Apresiasi terhadap sedikitnya sampah plastik di danau Sentani, namun limbah domestik yang masuk ke danau Sentani masih tetap menjadi perhatian. Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung danau diperlukan untuk pengelolaan kedepannya”, ujar Vivien.
Air danau Sentani adalah sumber air utama untuk keperluan sehari-hari masyarakat sekitar danau. Danau Sentani dimanfaatkan pula untuk perikanan tangkap, perikanan budidaya dan wisata.
Danau Sentani memiliki kekayaan biota air tawar, diantaranya adalah spesies ikan air tawar endemik, yaitu Ikan Gabus Danau Sentani (Oxyeleotris heterodon), Ikan Pelangi Sentani (Chilatherina sentaniensis), Ikan Pelangi Merah (Glossolepis incisus) dan Hiu Gergaji (Pristis microdon).
Direktur Perbenihan Tanaman Hutan, Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) KLHK, Mintarjo menyatakan bahwa Danau Sentani termasuk salah satu dari 15 danau prioritas di Indonesia. Dalam rangka pengelolaan danau tersebut akan disusun Rencana Pengelolaan Danau Sentani.
“Direktorat Jenderal PDASHL melalui UPT Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Memberamo akan menyusun Rencana Pengelolaan Danau Sentani bersama para pihak untuk pengelolaan danau Sentani secara terpadu sehinga pemanfaatannya menjadi optimum.”, tegas Mintarjo. (Sumber KLHK)
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close