Transportation

Kolaborasi Yang Kuat Pemerintah dan Stakeholder Dapat Gairahkan Kembali Sektor Penerbangan

Pengamat penerbangan Marco Dino Umbas menilai  peran pemerintah dibutuhkan untuk mengoptimalkan pelayanan penerbangan di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, perlu ada kolaborasi yang kuat antara pemerintah dengan pemangku kepentingan di sektor penerbangan. Dalam kolaborasi itu, nantinya dapat dicarikan solusi, apa yang dibutuhkan maskapai dalam menghadapi masa sulit seperti ini.

Menurut Marco, maskapai akan bersusah payah untuk mengoperasionalkan layanannya, seperti harus memikirkan biaya pengeluaran  yang tak sebanding dengan jumlah penumpang yang terbang.

“Itu kan urusannya ke biaya, biaya itu kan mengurangi cashflow, penumpangnya tidak ada, biayanya mesti bergerak, jadi cashflow negatif, mati lah airlines-nya. Jadi berikan stimulus, misalnya insentif untuk parkir pesawat, insentif untuk sewa ruangan di airport , itu harus diberikan juga karena kita yang diterbangkan oleh airlines tidak sampai 30 persen, tetapi biayanya sangat tinggi, khususnya biaya-biaya di airport, ” kata Marco  saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News, usai menjadi nara sumber dalam program Indonesia Aviation Forum di studio EL JOHN TV, Neo Soho Capital, lantai 40, S. Parman, Jakarta Barat, Rabu (24/6/2020).

Menurut Marco seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di  Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, yakni terjadinya antrian penumpang yang padat, itu karena adanya penumpukan pemberangkatan di jam yang berdekatan. Seperti diketahui antrian itu terjadi, setelah Menteri Perhubungan memperbolehkan moda transportasi beroperasi kembali,  asalkan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Itu saya pikir terjadi karena ada penerbangan yang bertumpuk di satu jam, jadi jam 7 sampai jam 8  ada 10 penerbangan makanya antri lah, sehingga dimanage agar tidak terjadi penumpukan di jam keberangkatan  yang berdekatan di suatu bandara. Tidak dari penumpang saja, harus dari airlines-nya, dari maskapainya, dari bandaranya harus bersama-sama berkoordinasi supaya bisa menurunkan tingkat kepadatan penumpang yang ada di bandara,” ungkap Marco.

Selain itu dari sisi penumpang, Marvo berharap ada kesadaran yang tinggi dari calon penumpang untuk betul-betul menerapkan protokol kesehatan selama menjalani  penerbangannya. Kebiasaan baru ini, penting agar kenyamanan dan keselamatan calon penumpang dapat terjamin.

“Kalau penumpang adalah harus mempunyai new habit. Mereka harus dispilin menjalankan protokol-protokol kesehatan yang sudah digariskan oleh airlines ataupun pemerintah. Sehingga bukan hanya segi kenyamanan saja, tetapi kesehatan dari masing-masing penumpang lebih terjaga,” ujar matan Commercial Director AirAsia Indonesia ini.

Marco optimis sektor penerbangan akan cepat pulih, jika kolaborasi dijalankan dengan benar dan calon penumpang dapat terbiasa menjalani  tananan hidup baru ini. “Kalau pemerintah serius sama sekali, awal tahun depan bisa bangkit, kalau betul-betul bisa dilakukan bersama-sama.  Bagi saya dengan disiplin new habit orang bisa terbang lagi,” tutup Marco.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close