Komitmen Bersama Menhub dan Gubernur Jabar Dorong Reaktivasi Kereta dan Optimalisasi Bandara Kertajati

0
d262cf2b-0f84-443d-bdc1-55afd26053e4

Upaya pengembangan sistem transportasi terpadu di Jawa Barat mendapat angin segar. Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi menandatangani Nota Kesepakatan Pengembangan Transportasi di Gedung Pakuan, Bandung.

Kesepakatan ini mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari reaktivasi jalur kereta api yang sempat nonaktif, hingga optimalisasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai gerbang utama perjalanan haji dan umrah masyarakat Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Menhub Dudy menekankan pentingnya reaktivasi jalur kereta api sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat Jawa Barat. Ia menyebut salah satu proyek yang akan segera dilaksanakan adalah reaktivasi dan elektrifikasi jalur Padalarang–Cicalengka, sebagai bagian dari pengembangan kereta ramah lingkungan.

Selain itu, jalur Cianjur–Sukabumi–Bogor juga masuk dalam prioritas kerja sama antara Kemenhub, Pemprov Jabar, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Kegiatan penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengembangan sistem perkeretaapian yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Dudy.

Ia menyampaikan bahwa proyek reaktivasi ini ditargetkan rampung paling lambat awal tahun 2027, sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain kereta api, perhatian juga difokuskan pada penguatan fungsi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Menhub menilai bahwa bandara tersebut memiliki potensi besar sebagai pintu utama keberangkatan jemaah haji dan umrah dari Jawa Barat.

Ia menggelar dialog bersama pelaku usaha dan penyelenggara travel Haji dan Umrah se-Jawa Barat untuk menyerap aspirasi dan memperkuat koordinasi.

“Bandara hanya akan optimal bila didukung oleh pergerakan yang berkelanjutan dan sinergi semua pihak. Saya ingin Kertajati menjadi gerbang utama ke tanah suci bagi warga Jawa Barat,” ucapnya.

Menteri Dudy mengapresiasi peran aktif seluruh pihak yang terlibat dalam kesepakatan ini — dari pemerintah daerah, PT KAI, BUMN, hingga para pelaku industri. Ia menyatakan harapannya agar kerja sama ini menjadi titik balik bagi transportasi di Jawa Barat.

“Semoga pertemuan ini bukan sekadar seremonial, tapi menjadi sesuatu yang fenomenal,” tuturnya dengan optimistis.

Sementara itu, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan komitmennya untuk menjadikan sektor transportasi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, khususnya di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata.

Ia menyebut pentingnya konektivitas antarmoda agar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat lebih efisien.

“Kita memiliki harapan besar bahwa jalur transportasi darat berkembang dengan baik. Kita juga berharap Bandara Kertajati menjadi pusat kegiatan penerbangan haji dan umrah,” ujar Dedi.

Penandatanganan kesepakatan ini turut dihadiri oleh para kepala daerah dari seluruh Jawa Barat, Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono, serta perwakilan dari BUMN dan BUMD yang terlibat dalam pengelolaan transportasi di wilayah tersebut.

Dengan kesepakatan ini, Jawa Barat diharapkan bisa menjadi contoh daerah dengan sistem transportasi modern, terintegrasi, dan mendukung ekonomi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *