Accommodation

Kontribusi Mangrove terhadap Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat Capai 62%

Kontribusi mangrove terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat mencapai 62%. Hal ini terungkap dari hasil penelitian Peneliti Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar yang dilakukan di kawasan hutan mangrove Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

“Kontribusi hutan mangrove terhadap pendapatan masyarakat di Desa Nisombalia mencapai 62%. Sebagian masyarakat nelayan merupakan nelayan tradisonal dengan peralatan tangkap sederhana,” ujar Heru Setiawan S.Hut, M.Sc, Peneliti BP2LHK Makassar.

Menurut Heru, mangrove di kawasan ini mempunyai peranan yang sangat penting dari segi ekonomi mengingat keanekaragaman jenis ikan di perairan ini mencapai 1,804 yang termasuk dalam kategori Sedang. Sementara komposisi jenisnya terdiri dari 15 jenis yang digolongkan dalam 13 suku.

“Komposisi jenis udang di perairan mangrove Desa Nisombalia terdiri atas 6 jenis yang digolongkan dalam 3 suku, yaitu Penaeidae, Palaemonidae dan Sergestidae. Keanekaragaman jenis udang di perairan mangrove Desa Nisombalia adalah 1,139 yang termasuk dalam kategori Sedang,” terang Heru.

Sementara komposisi jenis kepiting di sana terdiri dari 11 jenis yang digolongkan dalam 4 suku, yaitu Ocypodidae, Portunidae, Sesarmidae dan Grapsidae. Keanekaragaman jenisnya adalah 2,349 yang termasuk dalam kategori Sedang.

Heru juga menjelaskan, mangrove di kawasan hutan mangrove Desa Nisombalia ini sebagian besar merupakan hasil rehabilitasi, sedangkan sisanya merupakan mangrove yang tumbuh secara alami.

Data ini diperoleh Heru dan tim melalui teknik observasi, teknik pengukuran langsung, teknik kuesioner dan teknik wawancara. Teknik observasi dan pengukuran langsung digunakan untuk mendapatkan data kondisi ekologi, komposisi dan struktur vegetasi mangrove, komposisi jenis dan keragaman fauna aquatik. Sementara teknik wawancara dan kuesioner digunakan untuk mendapatkan data kontribusi mangrove untuk pendapatan masyarakat.

Seperti diketahui, ekosistem mangrove mempunyai fungsi yang kompleks, diantaranya dapat menjadi penopang kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir. Di sisi lain, pesatnya pertumbuhan penduduk di wilayah pesisir menyebabkan tekanan terhadap ekosistem mangrove meningkat dan laju degradasi ekosistem mangrove semakin tinggi.

Oleh karena itu, menurut Heru, upaya konservasi ekosistem mangrove penting dilakukan agar kontribusinya terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat semakin meningkat. Terlebih, luas hutan mangrove di Indonesia menurut berbagai sumber adalah yang terluas di dunia, yaitu dengan luasan mencapai 3.112.989 Ha dengan persentase 22,6?ri total luasan mangrove di seluruh dunia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close