EconomicTourism

KUR Pariwisata Yang Tersalurkan Secara Keseluruhan Mencapai Rp21,7 Triliun

Sejak ditetapkan pada September 2018 hingga Juni 2019, KUR Pariwisata telah disalurkan sebesar Rp21,7 Triliun dan diberikan kepada 1,1 juta debitur.  Penyaluran KUR Pariwisata memiliki porsi sebesar 5,3% dari total akumulasi penyaluran KUR.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir  mengatakan Kondisi ini membuktikan  bahwa Pemerintah terus berkomitmen memajukan sektor pariwisata melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“KUR yang memiliki suku bunga rendah sebesar 7% ini dapat menjadi pilihan alternatif skema pembiayaan bagi pelaku UMKM di sektor pariwisata,” kata Iskandar di Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Iskandar menyebut, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang penyerapan KUR-nya terbesar. Hingga tahun 2018, KUR pariwisata yang disalurkan ke Banyuwangisebesar Rp657 Miliar kepada 26 ribu debitur.

Untuk tahun ini, KUR Pariwisata yang disalurkan  ke Banyuwangi mencapai Rp279 Miliar. Nilai kur tersebut untuk  6.911 debitur di Banyuwangi.

“Kota yang dijuluki The Sunrise of Java ini merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata yang cukup besar. Kota ini menjadi daerah dengan penyaluran KUR Pariwisata yang cukup tinggi,” papar Iskandar.

Adapun akumulasi KUR yang telah disalurkan sejak 2015 hingga akhir Juni 2019 adalah sebesar Rp408,5 Triliun. Angka tersebut diberikan kepada 16,57 juta debitur dengan Non Performing Loan (NPL) tetap terjaga sebesar 1,39%.

Sementara khusus tahun 2019, realisasi penyaluran KUR hingga 30 Juni 2019 adalah Rp75,1 Triliun (atau sebesar 53,7% dari target Rp140 Triliun) untuk 2,7 juta debitur. “Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan penyaluran KUR tertinggi kedua dengan total akumulasi penyaluran sebesar Rp67,5 Triliun kepada 3,2 juta debitur,” imbuh Iskandar.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close