Lestarikan Tradisi, PSMTI Bersama Perkumpulan Marga-marga Gelar Penghormatan Leluhur

0
WhatsApp Image 2024-04-28 at 21.05.51

PSMTI DKI Jakarta bersama PSMTI bidang Marga-marga menyelenggarakan penghormatan leluhur di Sun City Restaurant, pada Sabtu, (27/04/2024). Acara ini menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Tionghoa untuk merayakan dan menghormati warisan budaya nenek moyang dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan.

Acara ini dimulai dengan menyalakan lampu pelita oleh tamu VVIP. Dalam budaya Tionghoa, menyalakan lampu pelita bukan sekadar tindakan rutin, tetapi juga sebuah tradisi yang sarat dengan makna dan simbolis. Di balik cahaya gemerlapnya, tersimpan nilai-nilai kebersamaan, keberuntungan, dan penghormatan kepada leluhur yang diwarisi dari generasi ke generasi. Setelah tamu VVIP, giliran 45 marga yang menyalakan lampu pelita di papan altar.

Setelah menyalakan lampu altar, acara dilanjutkan dengan persembahan bunga sekaligus memberikan penghormatan kepada leluhur. Persembahan bunga dilakukan oleh pengurus PSMTI Pusat, pengurus PSMTI DKI Jakarta, serta perwakilan dari Kedutaan Besar RRT, Malaysia, Cirebon, Sukabumi dan para perwakilan marga.

Salah satu momen puncak acara adalah pembacaan kitab leluhur yang dilakukan dalam dua versi bahasa: Mandarin dan Indonesia. Langkah ini tidak hanya memperkuat keakraban dengan warisan budaya, tetapi juga menghormati kedua bahasa yang memiliki peran penting dalam identitas masyarakat Tionghoa.

Dalam sambutannya Ketua Dewan Pertimbangan PSMTI David Herman Jaya mengatakan, penghormatan terhadap leluhur tidak sekadar seremoni atau ritual belaka. Lebih dari itu, penghormatan tersebut juga menjadi sebuah refleksi tentang identitas dan teladan bagi kita untuk terus mengembangkan diri. Melalui warisan pengetahuan dan kebijaksanaan yang telah ditinggalkan oleh leluhur, kita diingatkan akan nilai-nilai mulia yang telah mereka lakukan.

“Besar harapan saya, acara ini dapat terus diadakan setiap tahun dan melibatkan banyak generasi muda untuk penyelenggaraannya. Generasi muda kita akan mengerti makna tata cara sehingga proses pewarisan budaya akan semakin bagus atau semakin lancar,” kata David.

Sementara itu, Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta menegaskan, pentingnya kebersamaan dan saling menghargai dalam menjaga warisan leluhur bagi komunitas Tionghoa di Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa penghormatan leluhur bukan hanya sekadar ritual, melainkan juga sebuah bentuk kebersamaan dan kekompakan untuk menjaga identitas dan keberadaan suku Tionghoa yang signifikan dalam populasi Indonesia, mencapai sekitar 5-6 persen.

“PSMTI merupakan bagian dari marga-marga, suku Tionghoa, bangsa Indonesia, dan warga negara Republik Indonesia. Pentingnya keterlibatan PSMTI dalam acara tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap identitas dan peran suku Tionghoa di Indonesia,” ujar Wilianto.

Hal senada juga disampaikan Ketua PSMTI DKI Jakarta Suwarno Hardjo Setio. Ia menjelaskan pentingnya upacara penghormatan leluhur yang diadakan pada kesempatan yang istimewa. Acara tersebut tidak hanya sebuah ritual, tetapi juga sebuah upaya untuk menjaga dan memperkuat tradisi leluhur yang telah diwariskan selama berabad-abad.

“Tujuan utamanya adalah untuk mempersatukan semua marga-marga dalam menjaga tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas dan kebanggaan mereka,” tutur Setio.

“Kehadiran mereka tidak hanya sebagai tamu, tetapi juga sebagai bagian yang aktif dalam memperkuat kerjasama antar-suku dan memperkaya pengalaman bersama,” tambahnya.

Ketua Kehormatan PSMTI DKI Jakarta Wang Xiu Mei juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, pentingnya tradisi tersebut dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Tionghoa. Ia menegaskan bahwa tradisi penghormatan leluhur bukan sekadar sebuah ritual, tetapi juga sebuah cara untuk menyelami sejarah dan cerita yang kaya dari keturunan Tionghoa di Indonesia.

“Tradisi ini terus kita kembangkan dan supaya kita ini keturunan Tionghoa bisa mengetahui sejarahnya, ceritanya, jadi bisa dikembangkan kebudayaannya,” ujar Wang Xiu Mei.

Ketua Panitia Pelaksana Hokiky mengungkapkan rasa senang dan bangga bisa melaksanakan upacara penghormatan leluhur dengan lancar. Selain itu, ia berharap dengan adanya acara ini dapat mempererat persatuan dalam kehidupan.

“Tujuan kita berkumpul di sini untuk melaksanakan kegiatan budaya tradisi penghormatan leluhur dan juga bersama untuk kesatuan, kemakmuran bangsa sesuai dengan semangat Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, tenggang rasa persatuan dan kebersamaan,” kata Hokiky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *