Culture

Lewat Festival Sentono Rakyat Kradenan Dongkrak Pariwisata Lokal

Festival Sentono mulai digelar di kawasan cagar budaya Goa Sentono yang berada di tepi Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (18/9/2019).

Kirab gunungan dan pertunjukan tari gambyong massal menjadikan relung kearifan lokal yang menggeliat di wilayah setempat setelah diberangkatkan oleh jajaran Forkopimcam Kradenan dari lapangan SMP Negeri 1 Menden menuju situs budaya Goa Sentono yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Sepanjang jalan, penonton berjubel ingin menyaksikan sekaligus berpartisipasi memeriahkan kirab gunungan yang berisi hasil bumi dan jajanan dari sejumlah desa di Kecamatan Kradenan. Tidak hanya anak-anak, orang tua juga turut serta, bergotong royong menyukseskan pembukaan festival.

Guna memeriahkan kirab gunungan ini, sejumlah pertunjukan seni juga ditampilkan seperti grup drumband dari TK, SD, SMP hingga SMA NU 1 Kradenan. Begitu juga kesenian barongan yang tidak kalah serunya.

Sesampainya di lokasi situs budaya Goa Sentono, sembilan gunungan yang telah dikirab ludes direbut ribuan masyarakat. Dilanjutkan pertunjukan tari gambyong massal yang ditampilkan oleh remaja desa di pelataran Goa Sentono, berlatar belakang lembah Bengawan Solo dan keindahan matahari terbenam.

“Alhamdulillah bisa nonton ke Sentono sini, ini baru pertama kali ada acara seperti ini disini. Ternyata ramai sekali meskipun tempatnya jauh dari kota,” kata Indra, salah satu pengunjung dari Kecamatan Tunjungan

Menurut dia, masyarakat setempat guyub, melestarikan dan merawat (uri-uri, Jawa) keberadaan situs Goa Sentono yang konon merupakan peninggalan Sunan Bonang dan Blacak Ngilo.

Dia berharap acara pesta rakyat seperti Festival Sentono ini bisa terus dikembangkan menjadi agenda tahunan di Kecamatan Kradenan.

Sementara itu, salah satu panitia penyelenggara, Andi Winata dari Komunitas Bumi Budaya Kecamatan Kradenan, menyampaikan bahwa, Festival Sentono ini dilaksanakan untuk memperkenalkan potensi situs budaya Goa Sentono yang kaya akan nilai-nilai sejarah kepada masyarakat luas.

“Festival ini merupakan acara goyong royong warga di Kecamatan Kradenan untuk bersama-sama mengangkat potensi daya tarik wisata Goa Sentono. Selama empat hari kedepan, sejumlah agenda akan dilaksanakan disini,” ucap Andi Winata.

Pada hari pertama, Rabu (18/9/2019), sebagai pembuka telah dilaksanakan kirab gunungan dan tari gambyong massal. Disusul malam harinya ada jagong budaya dan pelepasan sentir tradisional di Bengawan Solo.

Untuk hari kedua, Kamis (19/9/2019) akan dilaksanakan aneka lomba anak-anak, tahlil bersama, sholawatan, kesenian jedoran dan ngelik. Sedangkan hari ketiga, Jumat (20/9/2019) akan dilaksanakan tari tradisional dari pelajar, dan pentas teater Quro dari SMN NU 1 Kradenan.

Sebagai hari penutup, Sabtu (21/9/2019), menurut Andi akan dilaksanakan senam bersama, festival perahu tambangan di Bengawan Solo se wilayah Blora-Bojonegoro, pertunjukan seni barongan dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Alif Kriwul serta dagelan Jolang.

“Ayo saksikan keseruannya di Kecamatan Kradenan. Ayo dolan Kradenan, ayo dolan Blora,” tegas Andi Winata.

Selama pelaksanaan festival, seluruh pengunjung digratiskan masuk kawasan Goa Sentono dan disediakan photobooth “Dolan Blora”.

Pihak panitia tidak memungut biaya masuk, hanya mengenakan tarif parkir kendaraan saja. Sedangkan pelaku UKM telah disediakan tenda untuk berjualan sehingga ekonomi masyarakat ikut tergerak. (MC Kab Blora/Andri)

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close