Melalui Wisata Religi Diharapkan Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Candi Prambanan Meningkat

0
IMG_6973

Kedatangan peserta Famtrip Spiritual Borobudur ke Candi Sewu dan Candi Prambanan  disambut hangat General Manager TWC Unit Prambanan dan Ratu Boko I Gusti Putu Ngurah Bedana.Kunjungan  para peserta ke candi ini,    merupakan hari kedua wisata religi umat Buddha yang digagas Taman Wisata Candi (TWC) berkolaborasi dengan Association of Buddhist Tour Operators Indonesia (ABTO), Selasa (06/09/2023).

Di Candi Sewu, para peserta  bersama  Vice President ABTO yang juga sebagai Duta Wisata Spiritual Candi Borobudur Efendi Hansen melakukan doa dan dilanjutkan dengan Pradaksina yakni mengelilingi candi sebanyak tiga kali. Candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 masehi ini, berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara Candi Prambanan.

Candi Sewu terletak di Kompleks Candi Prambanan, tepatnya di Jalan Raya Solo KM. 16 Klurak Baru, Tlogo, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Sewu didirikan pada abad ke-8, pada masa dinasti Syailendra.

Kata ‘sewu’  pada candi ini, diartikan sebagai  seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan candi ini berkaitan erat dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Dimana untuk meminang Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso harus membuat 1000 candi dalam semalam. Namun berdasarkan prasasti yang ditemukan, nama asli candi ini adalah Prasada Vajrasana Manjusrigrha.

Setelah dari Candi Sewu , peserta melanjutkan kunjungan ke Candi Prambanan. Di candi Hindu terbesar di Indonesia, para peserta mendapatkan penjelasan tentang sejarah candi dari pemandu wisata.

Candi Prambanan adalah bukti sejarah dari bekas peninggalan kerajaan bercorak hindu di masa lalu yang masih berdiri kokoh dan dijaga keberadaannya hingga saat ini sebagai salah satu warisan peninggalan dunia dan sebagai bukti sejarah.

Candi yang berdiri sejak abad ke-9 masehi ni dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.

General Manager TWC Unit Prambanan dan Ratu Boko I Gusti Putu Ngurah Bedana mengaku senang dengan kedatangan pada peserta Famtrip yang merupakan orang-orang hebat di bidang  perjalanan wisata dari enam negara yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Nepal, India dan Indonesia.

“Jujur saya sangat bangga dan senang kedatangan teman-teman famtrip yang kedua ini, apalagi yang sekarang ini dihadiri oleh enam negara ya, terus  ada sahabat saya Pak Hansen. Sejak saya di Borobudur, terus di Taman Mini sampai sekarang saya selalu ketemu dengan dia, kita tidak bisa dipisahkan,” kata I Gusti Putu Ngurah saat diwawancara tim liputan EL JOHN Media.

I Gusti Putu Ngurah berharap wisata religi ini dapat mendongkrak kunjungan umat Buddha dan Hindu di dunia ke destinasi sejarah dan edukasi  yang berada di kawasan Candi Prambanan. . Bahkan, I Gusti Putu Ngurah menyatakan pihaknya sudah siap untuk mendukung kegiatan wisata yang bermanfaat ini.

“Kita sudah siap sebelumnya untuk menyambut teman-teman famtrip untuk datang ke sini, sehingga kedepannya bisa membawa tamu-tamu ke Candi Prambanan maupun Candi Borobudur,” ujar I Gusti Putu Ngurah

“Jadi memang kita sedang melakukan restorasi atau pembenahan terhadap Candi-candi yang dulunya belum kelihatan sebagai Candi sekarang dibangun Dari kemarin kurang lebih ada dua Candi Perwara yang sudah dibangun oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek,” sambungnya.

Vice President ABTO Efendi Hansen, yang juga sebagai Duta Wisata Spiritual Candi Borobudur mengungkapkan rasa bahagianya, dapat bertemu sosok yang tidak diragukan lagi kinerjanya dalam memimpin objek wisata berbasis candi.

“Terus terang saya sangat senang sekali, mendengar beliau memimpin Candi Prambanan. Beliau ada di mana pasti bagus. Perkembangannya pasti menanjak. Jadi kita dari Borobudur sampai Taman Mini dan ketemu lagi di Prambanan. Tahun lalu kami melihat sendiri, kami datang kondisi Prambanan ini pagar-pagar di luar dan pohon-pohonnya masih sangat berantakan tapi kali ini datang beda sekali, ternyata dari tangan ajaib teman kami ini,” ungkap Efendi Hansen.

Sementara itu, Sekjen ABTO Dr. Kadesh Kumar yang berkewarganegaraan India, mengapresiasi toleransi di Indonesia. Hal  tersebut dibuktikan dengan Candi Prambanan yang masih berdiri kokoh di daerah yang mayoritas muslim. Bahkan kelestarian  Candi masih terus dijaga oleh masyarakat sekitar

“Sebelum saya ke sini, saya dipesankan oleh banyak orang jangan datang ke Indonesia karena mayoritas muslim. Tapi setelah datang kesini saya terkejut ada bangunan Candi Hindu yang masih berdiri kokoh. Ini membuktikan bahwa toleransi di Indonesia begitu kuat tidak seperti di negara lain,” ujar Dr. Kadesh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *