AccommodationBusinessTourism

Memasuki Peak Season, Lama Menginap Wisatawan Mancanegara Mengalami Peningkatan Di NTB

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis data mengenai jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang di NTB pada Mei 2017 mengalami kenaikan jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih  menjelaskan bahwa jumlah tamu yang menginap pada hotel bintang pada Mei 2017 mencapai angka 80.846 orang.

“Ini memang mengalami penurunan 3,88 persen dibanding tamu pada April 2017 sebanyak 84.105 orang. Tapi kalau dibandingkan dengan tamu menginap pada Mei 2016 sebanyak 75.393 orang, berarti mengalami kenaikan sebesar 7,23 persen,” ujar Endang pada Senin 3 Juli 2017.

Sedangkan terkait penghunian kamar hotel pada Mei 2017 tercatat sebesar 50,83 persen atau mengalami penurunan sekitar 0,86 poin dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 51,69 persen. Dan jika dibandingkan tingkat penghunian hotel pada Mei 2016 yang sebesar 50,99 persen mengalami sedikit penurunan yakni sebesar 0,16 poin.

Walaupun sedikit mengalami penurunan tingkat penghunian kamar namun berbanding dengan rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada bulan Mei 2017 yang tercatat sebanyak 2,24 hari atau lebih tinggi 0,06 hari dibandingkan dengan April 2017 yang sebesar 2,18 hari. Jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap pada Mei 2016 terjadi kenaikan 0,44 hari.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Lalu Abdul Hadi Faisal menjelaskan bahwa penurunan tingkat penghunian kamar dikarenakan bulan Mei merupakan masa transisi.

“Mei sedikit menurun betul karena itu transisi dari masa low season yang akan menuju ke peak season, jadi wajar,” ujar Hadi dikutip dari Republika.co.id Senin 3 Juli 2017.

Hadi mengatakan bahwa berdasarkan siklus tahunan, sejak periode awal bulan hingga pertengahan bulan ialah low season bagi pelaku industri pariwisata. Untuk pertengahan hingga akhir tahun yang mengalami lonjakan tingkat kunjungan wisatawan karena sudah memasuki peak season.

Meskipun ada sedikit penurunan tingkat penghunian kamar di hotel bintang, namun menurut Hadi bahwa rata-rata lama menginap wisatawan mancanegara justru mendapatkan kenaikan. Menurut Hadi hal ini dilihat dari sejumlah faktor menjadi alasan terkait meningkatnya jumlah rata-rata lama menginap.

“Hal ini dikarenakan berkembangnya tempat kuliner dan kerajinan seperti oleh-oleh, serta bervariasinya destinasi kita,” ujar Hadi.

Ditambah dengan diselenggarakannya sejumlah event yang digelar oleh pemerintah daerah merupakan kontribusi  untuk mendorong kenaikan rata-rata lama menginap. Hadi memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan terutama wisatawan mancanegara akan terus mengalami peningkatan dari Juli hingga akhir tahun.

“September hingga pertengahan Oktober biasanya akan ramai dengan kunjungan wisatawan dari Italia ke Lombok,” tukas Hadi.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button