CultureDestinationTourism

Menakjubkan! Ratusan Orang Mainkan Rapai Uroeh Serentak

Empat ratusan orang memainkan rapai uroeh, alat musik tabuh tradisional Aceh, di Lhokseumawe. Event ini menjadi salah satu langkah untuk mempopulerkan pariwisata Aceh.

Segala cara dilakukan oleh Pemerintah Aceh dalam mempromosikan sektor pariwisata. Salah satunya mempopulerkan kesenian rapai uroeh (alat musik tabuh tradisional) di kancah nasional dengan menampilkan 400 penabuh di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Rapai merupakan alat musik perkusi tradisional Aceh yang dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan tangan. Rapai berperan mengatur tempo, ritmik, tingkahan, gemerincing serta membuat suasana menjadi lebih hidup dan meriah.

Rapai dimainkan secara ensemble dan dapat menjangkau pendengaran dari jarak jauh akibat gema yang dipantulkannya dan tidak memerlukan microphone untuk setiap penampilannya.

Selain untuk memajukan kesenian Aceh, rapai uroeh juga akan menjadi ikon seni budaya Kota Lhokseumawe ke depannya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi menyebutkan, rapai uroeh merupakan salah satu kesenian musik etnis Aceh yang harus dijaga dan dilestarikan oleh lintas generasi di Aceh terutama kawula muda. Hal ini untuk menjaga kesenian itu tidak punah karena nilai tradisinya sangat besar.

“Tahun ini kita populerkan dengan menghadirkan ratusan penabuhnya. Ke depan, Pemerintah Aceh bersama para seniman akan mementaskan rapai uroeh lebih banyak lagi,” kata Reza Fahlevi dalam keterangannya, Senin (13/11).

Menurut Reza, rapai adalah alat musik tradisional Aceh yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur terdahulu. Untuk itu, seni budaya rapai harus dipertahankan dan perkenalkan baik ditingkat nasional maupun internasional sehingga menambah ikon Aceh yang unik.

“Ayo kita lestarikan serta pertahankan seni budaya rapai sebagai warisan leluhur kepada generasi penerus Aceh, dan membawanya diakui oleh internasional,” sebut Reza.

Sementara Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Lhokseumawe, Nazaruddin juga mengatakan rapai merupakan identitas Aceh yang harus dilestarikan.

“Rencananya rapai uroeh ini akan kita jadikan sebagai ikon Kota Lhokseumawe. Ke depan, target kita pecahkan rekor MURI. Sehingga kesenian ini betul-betul jadi warisan Aceh yang unik, menarik dan beda dari lainnya,” sebut Nazaruddin.

Untuk diketahui, DKA Kota Lhokseumawe, Minggu (12/11) menampilkan rapai uroeh dengan penabuh 400 orang. Dalam tampilan itu juga dibarengi atraksi debus (ilmu kebal) sehingga memukau para penonton di Lapangan Hiraq.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button