Headline News

Mengapa Psikologi Olahraga Diperlukan dalam Olahraga ?

Psikologi olahraga harus dipisahkan dari belajar gerak, motor kontrol, atau perkembangan motorik atau dapat diistilahkan sebagai payung dari semua bidang penelitian. Psikologi olahraga dipandang sebagai ilmu olahraga dalam pendidikan jasmani dan kinesiologi.

Psikologi olahraga dan aktifitas fisik merupakan aplikasi dari psikologi menghubungkan tingkah laku dalam kontek olahraga. Dalam kompetis olahraga yang berhubungan dengan psikologi adalah kecemasan.

Dara PutriGassani S.PSI Co-Founder Psy Sporte Mengungkapkan, Psikologi olahraga diperlukan dalam olahraga untuk dapat membantu atlet dalam menggunakan latihan mental untuk beberapa tujuan antara lain : untuk mempercepat proses belajar, untuk meningkatkan motivasi diri, strategi rencana dan untuk memperkuat mental, prilaku yang tepat adalah dengan relaksasi. Atlet mungkin mengalami stress selama kompetisi selama satu jam, seminggu atau bahkan berbulan-bulan sebelum peristiwa kompetisi dilaksanakan.

Dra. Woro Aryati M. PSI Bagian Kerja Sama Ikatan Psikologi Olahraga (IPO) menambahkan, Penetapan tujuan dapat digunakan untuk memperjelas kinerja dan mengembangkan program pelatihan yang tepat untuk sejumlah ketrampilan, apakah kinerja fisik, teknik relaksasi, teknik latihan mental, atau program komitmen dan self control. Melalui ini peran psikolog sebagai fasilitstor, diterapkan untuk membantu atlet mengidentifikasi perbaikan –perbaikan yang diperlukan dan memberikan pendidikan dan konseling untuk meningkatkan pembelajaran dan kinerja.

“Psikologi olahraga juga diperlukan agar atlet berpikir mengenai. mengapa mereka berolahraga dan apa yang ingin mereka capai? Sekali tujuannya diketahui, latihan-latihan ketrampilan psikologis dapat menolong tercapainya tujuan tersebut” Ungkap Dra. Woro Aryati M. PSI

Dra. Woro Aryati M. PSI menjelaskan dalam psikologi olahraga ada 9 aspek yang bisa saya jelaskan yang sangat berperan di psikologi dalam olahraga tapi saya sebutkan 4 aspek dan saya jelaskan secara singkat.

  1. Berpikir Positif

Berpikir positif dimaksudkan sebagai cara berpikir yang mengarahkan sesuatu ke arah positif, melihat segi baiknya. Hal ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet, tetapi terlebih-lebih bagi pelatih yang melatihnya. Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka akan berpengaruh sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Berpikir positif merupakan modal utama untuk dapat memiliki ketrampilan psikologis atau mental yang tangguh.

  1. Penetapan Sasaran

Penetapan sasaran (goal setting) merupakan dasar dan latihan mental. Pelatih perlu membantu setiap atletnya untuk menetapkan sasaran, baik sasaran dalam latihan maupun dalam pertandingan. Sasaran tersebut mulai dan sasaran jangka panjang, menengah, sampai sasaran jangka pendek yang lebih spesifik.

  1. Motivasi

Motivasi dapat dilihat sebagai suatu proses dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai usaha dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi yang kuat menunjukkan bahwa dalam diri orang tersebut tertanam dorongan kuat untuk dapat melakukan sesuatu.

  1. Emosi

Faktor-faktor emosi dalam diri atlet menyangkut sikap dan perasaan atlet secara pribadi terhadap diri sendiri, pelatih maupun hal-hal lain di sekelilingnya. Bentuk-bentuk emosi dikenal sebagai perasaan seperti senang, sedih, marah, cemas, takut, dan sebagainya. Bentuk-bentuk emosi tersebut terdapat pada setiap orang. Akan tetapi yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana kita mengendalikan emosi tersebut agar tidak merugikan diri sendiri.

Dra. Woro Aryati M. PSI juga menjelaskan Bagaimana psikologi olahraga dapat membantu atlet agar memiliki mental yang tangguh. Mental yang tegar, sama halnya dengan teknik dan fisik, akan didapat melalui latihan yang terencana, teratur, dan sistematis. Dalam membina aspek psikis atau mental atlet, pertama-tama perlu disadari bahwa setiap atlet harus dipandang secara individual, yang satu berbeda dengan yang lainnya. Untuk membantu mengenal profil setiap atlet, dapat dilakukan pemeriksaan psikologis, yang biasa dikenal dengan “psikotes”, dengan bantuan psikometri.

“Profil psikologis atlet biasanya berupa gambaran kepnbadian secara umum, potensi intelektual. dan fungsi daya pikimya yang dihubungkan dengan olahraga. Profil atlet pada umumnya tidak berubah banyak dari waktu ke waktu. Oleh karenanya, orang sering beranggapan bahwa calon atlet berbakat dapat ditelusun semata-mata dari profil psikologisnya.

Woro juga menabahkan, Anggapan semacam ini keliru, karena gambaran psikologis seseorang tidak menjamin keberhasilan atau kegagalannya dalam prestasi olahraga, karena banyak sekali faktor lain yang mempengaruhinya. Beberapa aspek psikologis dapat diperbaiki melalui latihan ketrampilan psikologis (diuraikan kemudian) yang terencana dan sistematis, yang pelaksanaannya sangat tergantung dari komitmen si atlet terhadap program tersebut.

 

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close