Menhut-Kapolri Bentuk Telusuri Kayu Gelondongan yang Terbawa Banjir di Sumatera Barat

0
medium_IMG_20251205_WA_0001_7d69a9d091

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bertemu dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri untuk memperkuat sinergi dalam penyelidikan temuan gelondongan kayu yang terbawa arus banjir dan longsor di Sumatera Barat. Pertemuan ini menjadi langkah cepat pemerintah dalam menjawab pertanyaan publik mengenai dugaan keterkaitan kayu tersebut dengan aktivitas manusia di kawasan hulu.

Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa kementeriannya telah mengamankan sejumlah data awal dari lokasi terdampak. Data itu dihimpun melalui pemetaan udara menggunakan drone, yang memperlihatkan sebaran kayu di beberapa titik. Kementerian juga memanfaatkan perangkat lunak AIKO (Alat Identifikasi Kayu Otomatis) untuk menelusuri jenis kayu dan kemungkinan asalnya.

“Kami telah merespons kegelisahan publik terkait asal kayu-kayu itu. Dari drone dan analisis AIKO, kami mendapatkan petunjuk awal mengenai jenis dan persebarannya,” ujar Menhut usai pertemuan, Kamis (4/12/2025).

Ia menambahkan bahwa kerja bersama kepolisian akan mempercepat pembuktian lapangan, termasuk penelusuran asal-muasal kayu. Menhut juga menegaskan pentingnya memberikan ruang kepada tim gabungan agar hasil yang disampaikan akurat dan tidak terburu-buru.

“Kerjasama dengan Polri memungkinkan penelusuran dilakukan lebih cepat dan menyeluruh. Kami juga berkoordinasi dengan Satgas PKH untuk memperoleh gambaran utuh. Mohon beri kesempatan bagi tim untuk merampungkan tahapan-tahapan investigasi,” ucapnya.

Raja Antoni menegaskan bahwa sampel kayu dari lokasi telah diambil untuk dianalisis. Hasil awal menunjukkan kecocokan antara jenis kayu yang ditemukan di lokasi bencana dengan jenis kayu yang tumbuh di wilayah hulu. Ia juga mengonfirmasi bahwa sebagian kayu memiliki bekas potongan gergaji, indikasi kuat adanya aktivitas manusia.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Polri mendukung penuh langkah Menhut sebagai bagian dari instruksi Presiden. Polri kini menelusuri rangkaian peristiwa dari hulu hingga hilir, termasuk dugaan pelanggaran yang menyebabkan kerusakan jembatan, hunian, serta jatuhnya korban jiwa.

“Beberapa temuan di lapangan menjadi perhatian serius Presiden. Karena itu, kami bergerak bersama Kementerian Kehutanan, tim gabungan, dan Satgas untuk menelusuri akar persoalan hingga ditemukan kejelasan. Di titik-titik yang kami anggap memiliki potensi pelanggaran, pendalaman sedang berjalan,” jelas Kapolri.

Dengan koordinasi lintas lembaga ini, pemerintah berharap penyelidikan dapat menghasilkan kesimpulan yang komprehensif dan menjadi dasar penegakan hukum yang tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *