Headline News

Menpar Berkunjung ke Pura Besakih Untuk Pastikan Bali Aman

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengunjungi Pura Besakih  ditengah status awas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis, 4 Oktober 2017. Pura Besakih masuk sebagai zona merah atau zona tidak aman karena jarak antara Pura dengan Gunung hanya 9 km. Pemerintah provinsi Bali menetapkan  wilayah yang  berada di jarak maksimal 12 km ditetapkan sebagai zona merah dan hingga saat ini wilayah yang masuk di zona merah sudah dikosongkan.

Kunjungan Menpar ke Pura paling sakral di Bali ini untuk memastikan kondisi Bali aman untuk wisatawan, namun ada batasan yang harus dilakukan, seperti tidak melancong ke zona berbahaya. Dalam kunjungannya ini,Menpar didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali A.A Gde Yuniartha Putra, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arta Dipa, dan Ketua STP Bali Dewa GN Byomantara.

Di sekitar wilayah Pura, Menpar sempat berdialog dengan tim Basarnas yang bertugas, masyarakat Bali, dan wisman yang berkunjung ke Pura Besakih. Menpar mengatakan sudah ada kesiapsiagaan pemulihan pascabencana alam. Seperti pengalaman letusan Gunung Raung di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, yang juga sempat berdampak pada pariwisata di wilayah tersebut.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai opsi terkait kondisi terburuk jika memang Gunung Agung meletus. Tiga opsi yang akan diambil yakni terkait akses, akomodasi dan atraksi.

Untuk akses, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan mengenai akses evakuasi wisatawan ke berbagai wilayah di sekitar Bali seperti Jawa dan Lombok, selain pula terkait kesiagaan bus mengantisipasi Bandara Internasional Ngurah Rai ditutup total.

“Akses wisatawan baik domestik maupun mancanegara sudah dipetakan jika memang kondisi terburuk terjadi (erupsi),” ucapnya.

Terkait akomodasi, sebanyak 300 bus siap siaga jika memang harus dialihkan ke Bandara Praya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) atau ke Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur.

“Yang juga perlu diperhatikan adalah terkait atraksi kepada para wisatawan, jika seandainya mereka tidak bisa ke luar Pulau Dewata dalam jangka waktu tertentu sehingga wisatawan tetap nyaman tinggal di Bali,” imbuhnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button