Headline NewsTourism

Menpar Sebut Anggaran Rp10 Triliun Dapat Optimalkan Pencapaian Devisa dari Sektor Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, berapa tahun belakangan ini, devisa yang dihasilkan dari bidang pariwisata terus mengalami peningkatan. Di tahun 2017, salah satu sektor jasa ini menyumbang devisa sebesar US$15,24 miliar,    kemudian di tahun 2018, devisa yang dihasilkan dari pariwisata naik menjadi US$19,29 miliar.

Hal ini disampaikan Menpar saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional ( Rakornas) Kementerian Pariwisata ke-III tahun 2019, yang mengangkat tema tema “Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas: Kemudahan Aksesibilitas di Destinasi Pariwisata Super Prioritas 2019 – 2020” di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Pariwisata telah menyumbangkan devisa sebesar 18,2 miliar. Itu terbesar, jadi nomer dua setelah batu bara. Jadi diyakinan devisa dari parwisita pada tahun 2020 akan tembus 20 miliar, dan ketika itu, pariwisata akan menjadi penghasil devisa yang terbesar,” kata Menpar.

Namun, untuk mengoptimalkan target pencapaian devisa, Menpar mengaku, kementeriannya membutuhkan anggaran sebesar Rp10 triliun.

“10 triliun itu, saya tidak tulis di dalam surat saya, hanya 0,5 persen dari APBN kita, kurang dari 1 persen. Tetapi kita berani menjanjikan menjadi devisa terbesar. Namun yang diberikan hanya 40 persen dari 10 triliun, hanya 4 triliun. Kalau kita paksakan akan overheating,” ujar Menpar.

Lebih lanjut, Menpar mengatakan anggaran yang diusulkan tersebut juga dapat memaksimalkan pengembangan lima destinasi super priorotas, yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Likupang.

Pengembangan ke lima destinasi super prioritas ini, menjadi agenda yang menjadi pembahasan utama di Rakornas. Pembahasan tersebut untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi agar pengembangan ke ljma destinasi tersebut di percepat.

Dalam rakornas di hadirkan para pemangku kepentingan yang ada di lima destinasi itu, mulai dari Gubernur, Pimpinan Badan Otorita hingga Pimpinan BUMN. Mereka diundanf untum memberikan masukan untuk pengembangan ke lima destinasi ini.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close