Headline NewsTourism

Menpar Yakin Tahun Politik Tak Ganggu Sektor Pariwisata

Tahun 2018 dan 2019 disebut sebagai tahun politik. Di tahun 2018 sejumlah daerah menggelar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak, sedangkan di tahun 2019 sudah masuk ke Pemilihan Presiden atau Pilpres.

Menanggapi tahun politik ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yakin tidak akan berpengaruh terhadap sektor pariwisata tanah air.  Bahkan Menpar menyebut Pilkada dapat  dijadikan sebagai daya tarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

“Di pariwisata itu, tidak terlalu sensitif isu-isu politik,” katanya di Kantor Kementerian Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin, 8 Januari 2018.

Meski demikian, Menpar mengaku pariwisata akan terancam jika pemilihan umum menjerumus anarkis dan mengganggu keamanan dalam negeri. Jika itu terjadi, sudah dipastikan banyak negara yang akan mengeluarkan travel warning bagi warganya yang ingin berkunjung ke Indonesia maupun yang berada di Indonesia, seperti erupsi Gunung Agung. Saat erupsi meningkat kunjungan wisman ke Bali merosot tajam.

“Kalau isu keamanan sensitif, kalau isu politik tidak. Malah spending untuk pariwisata ini akan semakin besar,” katanya.

Menpar berharap para calon kepala daerah dapat mengekedepankan persatuan meski harus menelan kekalahan agar kondisi negara tetap kondusif. Jika bisa, calon kepala daerah justru menjadikan ajang kampanyenya sebagai atraksi untuk menarik wisman.

“Malah beberapa orang mengusulkan wisata politik, daerah-daerah tertentu ada yg menarik pemilihannya,” jelasnya. (Sumber Jawa Pos)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close