Headline NewsHealthy LifeTourism

Menparekraf: Kesiapan Hotel Jadi Tempat Isolasi Sudah Tahap Akhir

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio melaporkan program  pendukungan reaktivasi industri perhotelan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk isolasi mandiri pasien Konfirmasi Tanpa Gejala.  Untuk laporan terbarunya, Wishnutama menyebut program tersebut sudah masuk finalisasi dengan melihat kesiapan hotel oleh Kementerian Kesehatan.

Wishnutama mengapresiasi  atas dukungan industri hotel. Tidak sedikit, hotel yang berminat menjalin kerja sama dalam membantu para pasien tanpa gejala yang ingin melakukan isolasi. Ini menjadi bukti bahwa industri hotel sangat berperan dalam membantu pemerintah menekan angka kasus baru Covid-19.

“Industri hotel harus dapat mengikuti assessment yang disyaratkan Kementerian Kesehatan. Kesiapan hotel harus dapat dipastikan Kementerian Kesehatan agar jangan sampai justru terjadi klaster baru,” kata Wishnutama Kusubandio.

Catatan Wishnutama menyebutkan,  ada 30 hotel di wilayah DKI Jakarta yang siap berkerjasama. Saat sedang disusun Standard Operating Procedure (Flowchart) oleh Kemenparekraf dan Kemenkes. Flowchart itu menyangkut mekanisme pelaksanaan, terkait bagaimana prosedur masyarakat yang positif terinfeksi COVID-19 namun tanpa gejala bisa check-in di hotel-hotel yang telah ditentukan.

Untuk biaya akomodasinya telah ditanggung  oleh Kemenparekraf. Akomodasi itu, antara lain penginapan di hotel bintang tiga atau sejenisnya, kemudian konsumsi serta layanan laundri. Sementara untuk keperluan medis, akan menjadi tanggung jawab Kemenkes, seperti biaya obat, ambulan dan kunjungan dokter.

Wishnutama mengungkapkan, hotel yang bersedia ini, merupakan rekomendasi dari asosiasi yang bergerak di industri perhotelan. “Pemilihan hotel yang kami siapkan berdasarkan masukan dari PHRI. Selain usulan PHRI tersebut, bagi hotel yang sudah siap silakan kirim pengajuan ke Kemenparekraf/Baparekraf untuk selanjutnya ditinjau oleh Kemenkes,” ujar Wishnutama.

 

Wilayah DKI Jakarta akan menjadi daerah yang difokuskan untuk program ini, pasalnya kasus baru Covid-19 di Jakarta terus bermunculan. Setelah itu, tidak menutup kemungkinan akan berlanjut ke daerah lain, namun keberlanjutan itu akan dilihat dari grafik perkembangan kasusnya.

“Syarat untuk hotel yang menjadi mitra yaitu tidak boleh menerima tamu lain kecuali pasien konfirmasi tanpa gejala,” terang Nia Niscaya.

Sementara Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Krisis Kesehatan, dr. Iwan Trihapsoro yang ditunjuk sebagai PIC Kemenkes untuk program ini mengatakan, diperlukan pelatihan khusus bagi kru hotel untuk melayani para pasien, agar kru hotel dapat terjaga kesehatan dan keselamatannya.  Disampingi agar para kru hotel juga tidak takut menjalani tugas ini.

Nantinya, dr. Iwan menjelaskan, setiap orang yang positif COVID-19 namun tanpa gejala bisa langsung datang ke hotel dengan membawa KTP/kartu keluarga dan hasil SWAB positif. Namun sebelumnya masyarakat yang akan menggunakan fasilitas isolasi mandiri ini diharuskan untuk meminta rujukan ke Puskesmas terlebih dahulu.

“Alur pasien adalah membawa hasil SWAB positif, check in hotel, diisolasi selama 14 hari. Selama di hotel akan ada visit dokter dan dilaksanakan pendataan dengan cut off time yang akan ditentukan. Dalam masa isolasi tersebut, pasien tidak diperbolehkan meninggalkan hotel dan menerima tamu,” kata dr. Iwan.

Dengan dukungan tambahan hotel sebagai akomodasi isolasi mandiri ini, kedepannya pasien konfirmasi tanpa gejala dan dengan gejala ringan diharapkan tidak melakukan isolasi mandiri di rumah, sehingga tidak berpotensi menularkan kepada keluarga maupun orang sekitar.

“Semoga langkah ini menjadi salah satu upaya yang efektif dari pemerintah untuk menekan laju penyebaran COVID-19,” kata dr. Iwan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close