Technology

Menperin Sebut SDM Melek Teknologi Topang Ekonomi Berbasis Inovasi

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyebut Indonesia punya modal yang kuat dalam upaya memacu pengembangan ekonomi berbasis inovasi, yaitu melalui ketersediaan sumber daya manusia (SDM). Apalagi, Indonesia akan memetik peluang dari adanya bonus demografi atau didominasi dengan jumlah SDM yang berusia produktif.

“Selain itu, potensi kita juga didukung oleh lebih dari 60 juta masyarakat yang sudah punya smartphone. Ini merupakan pasar yang sangat besar. Makanya sedang ada pembahasan tentang investasi yang nanti membuat smartphone menjadi mudah diakses oleh masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Menperin Airlangga Hartarto di Jakarta.

Ia mengatakan, penguasaan teknologi menjadi penting karena untuk menopang produktivitas agar semakin mudah dan efisien. “Pembangunan SDM ini juga menyasar kepada para generasi muda yang rata-rata memang pada lahap teknologi, sehingga diharapkan mampu menjadi salah satu pilar dalam mendorong keberhasilan Indonesia untuk bersaing secara global,” paparnya.

Oleh karena itu, pemerintah fokus menjalankan berbagai program strategis dalam memacu kualitas SDM Indonesia yang kompeten, termasuk di sektor industri. Hal ini sebagai langkah kesiapan untuk memasuki era ekonomi digital dan menerapkan industri 4.0.

“Pada era industri 4.0, akan dibutuhkan sebanyak 17 juta tenaga kerja yang melek digital dengan komposisi 30% bekerja di sektor industri manufaktur dan 70% sebagai sektor penunjangnya. Selain itu, implementasi industri 4.0 diproyeksi memberikan tambahan ekonomi sebesar USD150 miliar sampai tahun 2025,” ungkapnya.

Airlangga menjelaskan, era industri 4.0 ditandai dengan perkembangan berbagai teknologi digital, seperti internet of thingsartificial intelligentbig dataroboticcloud computingadditive manufacturing, dan nanoteknologi. “Teknologi akan menyebabkan terjadinya pergeseran bagaimana kita bekerja. Jadi, pekerjaannya tidak berubah, tetapi tugasnya atau task-nya yang berubah,” jelasnya.

Lanjut Airlangga menambahkan, pemerintah sedang gencar menumbuhkan wirausaha muda di sektor industri kreatif atau pelaku startup. Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) mencatat, jumlah startup di Indonesia pada 2018 mencapai 992 perusahaan rintisan.

“Kami yakin tidak sedikit dari mereka merupakan penyedia teknologi yang dapat menghasilkan teknologi digital yang aplikatif dan solutif bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM). Sehingga keberadaan startup menjadi hal yang penting untuk mengakselerasi transformasi digital melalui penerapan teknologi digital,” tuturnya.

Kementerian Perindustrian bersama stakeholders telah mendorong penumbuhan industri berbasis digital di beberapa daerah seperti di Bandung, Bali, Makassar, dan Batam. “Kami sedang mendorong bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk pengembangan kawasan khusus industri berbasis digital di kota Malang,” tutupnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close