Nyepi Usai, Aktivitas di Bali Kembali Normal
Aktivitas di Bali pada Jumat pagi (8/3/2019) kembali normal, setelah umat Hindu di Bali melakukan Catur Brata Penyepian selama 24 jam saat Perayaan Nyepi, Kamis (7/3/2019). Bukan hanya umat Hindu, masyarakat yang beragama lain juga tidak beraktivitas sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu yang sedang melakukan ritual Penyepian.
Di Desa Adat Tuban, Badung misalnya, sudah terlihat kendaraan yang lalu lalang. Warga juga banyak yang keluar rumah untuk melakukan silaturahmi dalam rangka perayaan Nyepi. Silaturahmi merupakan tradisi yang selalu dijalankan umat Hindu di Bali, setelah Nyepi. Tradisi ini disebut “Ngembak Geni” atau yang berarti bebas menyalakan api.
Bendesa Adat Tuban, I Wayan Mendra menjelaskan, sebagian besar umat Hindu memanfaatkan Hari Ngembak Geni untuk melakukan Dharma Santi Nyepi atau saling bersilaturahmi.
“Sama seperti umat muslim yang bersilaturahmi saat Idulfitri, kami saat Ngembak Geni setelah menjalani Catur Brata Penyepian juga melakukan silaturahmi dengan keluarga dan teman-teman,” katanya.
Di wilayah Desa adat Tuban, saat “Ngembak Geni” juga dilaksanakan kegiatan “Pasar Mejelangu” yang diangkat dari tradisi “Med-Medan” atau yang berarti tarik tambang. “Pasar Majelangu kami gelar di sepanjang Jalan Raya Tuban dan akan menampung ratusan warga kami yang membuka stan dengan menjual berbagai barang Usaha Kecil Menengah dan ada juga usaha kuliner,” ujar Wayan Mendra.
Selain itu, wisatawan juga sudah banyak yang keluar Hotel. Mereka ada yang masih menikmati suasana Hotel setelah Nyepi ada juga yang langsung ke destinasi wisata di Bali. Saat Nyepi tamu hotel ataupun wisatawan dilarang keluar dari kamar. Aktitivas hanya diperbolehkan di dalam kamar itu pun aktivitas yang tidak mengganggu perayaan Nyepi.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang tidak beroperasional 24 jam penuh selama Hari Raya Nyepi kemarin, terpantau juga sudah mulai dipadati oleh penumpang pesawat yang datang maupun yang akan meninggalkan Pulau Dewata.
