BusinessEconomicInvestmentTransportation

Para Pelaku Industri Otomotif Indonesia Berencana Bidik Pasar Australia

Pelaku industri otomotif dalam negeri membidik peningkatan ekspor mobil ke Australia. Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) potensi pasar otomotif di Negeri Kangguru sangat besar ditambah banyak industri otomotif di negara tersebut yang tutup pada 2017. Jadi, pasar Australia dinilai menjadi kawasan potensial untuk menjajaki kerja sama dibidang ini.

“Ekspor kan kita harus berinoviasi cari pasar, salah satunya adalah kita sudah memiliki kesepakatan dengan Australia,” ujar Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara pada Rabu (4/12/2019).

Kukuh mejelaskan, permintaan mobil di pasar otomotif Australia saat ini sudah mencapai 1,4 juta unit per tahunnya.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia dan Australia telah menyepakati kerja sama dagang melalui Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Kerja sama ini akhirnya diteken setelah berunding selama sembilan tahun. Adapun salah satu komoditas yang mendapat keistimewaan bea masuk ke sana adalah otomotif.

Karenanya, Indonesia dapat memanfaatkan peluang tersebut, terlebih letak geografis Indonesia dan Australia yang berdekatan sehingga mendukung proses pengiriman barang.

Guna memenuhi permintaan pasar Australia ini, maka ke depannya, industri otomotif Indonesia harus melakukan penyesuaian produksi.

“Nah ini yang sedang diupayakan, kita sudah lakukan beberapa pertemuan dengan kedutaan dan juga ke prinsipal, mereka putuskan kita akan buat satu jenis mobil untuk pasar ekspor,” kata Kukuh.

Kendati demikian, Kukuh belum dapat memastikan berapa unit yang akan diproduksi dari Indonesia untuk di ekspor ke Australia. Di sisi lain, Kukuh berharap ekspor mobil hingga akhir tahun bisa mencapai 300 ribu unit.

Direktur Industri Maritim, Alat Tranportasi dan Alat Pertahanan Putu Juli Ardika juga mengatakan, pihaknya bakal mendorong industri kendaraan bermotor untuk melakukan reorientasi produksi tipe kendaraan. Hal tersebut penting bagi produsen domestik di tengah keinginan pemerintah Indonesia menjadikan manufaktur dalam negeri sebagai basis produksi kendaraan berorientasi ekspor.

Berdasarkan data Gaikindo, ekspor mobil utuh (completly build up/CBU)  pada Januari-Oktober 2019 tumbuh 29% menjadi 275.364 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan ekspor mobil terurai atau completely knock down (CKD) naik 483%menjadi 397.885 unit.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close