BusinessCultureDestination

Pasar Rakyat Lebaran Jadi Tradisi Tahunan Menarik di Tapanuli Utara

Umat muslim yang tinggal menetap di Tapanuli Utara (Taput) memiliki cara tersendiri yang khas menghabiskan libur lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, seperti terpantau di Huta Tonga Aek Puli, Desa Simangumban Julu, Kecamatan Simangumban Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada hari Minggu (17/6).

Mereka bisa sumringrah bersama keluarga dan kerabat meski tidak dengan bermewah-mewahan. Mereka terlihat berbeda dibandingkan dengan yang ada di perkotaan. Di daerah ini warga mewadahi diri sendiri, seperti menggelar Pasar Rakyat. Pedagang musiman pun turut menyediakan kebutuhan pengunjung. Mulai dari mainan anak-anak yang lucu, aneka kuliner lezat, serta keperluan lainnya hingga kaus kaki pun ada tersaji.

Lokasi ini berada di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara-Kabupaten Tapanuli Selatan tepatnya di pinggir Jalan Lintas Sumatera. Keunikan yang membuat berbeda, pasar rakyat sekaligus menjadi pusat silaturahmi. Terlihat, umat Islam yang datang dari besa berbeda saling salam dan peluk.

Pantauan di lapangan secara langsung di pasar tersebut, terlihat warga sejak pagi berduyun-duyun memadati lokasi. Tepat di bawah lokasi, terdapat sungai yang menjadi kawasan bermain dan berenang anak-anak sekitar. Para orang tua duduk di tenda-tenda bertiang bambu memperhatikan betul kegembiraan anak-anaknya melawan arus sungai.

Sandi (40) yang merupakan seorang warga Sarulla, Tapanuli Utara yang berkunjung mengatakan kepada Eljohnnews.com, sengaja memilih tempat tempat ini untuk menghabiskan masa libur Lebaran. Alasannya, tidak membutuhkan biaya yang mahal serta tidak perlu jauh-jauh membawa anak-anaknya ke Perkotaan.

“Setelah bikin acara keluara di rumah kami sengaja ke sini. Tiap libur lebaran memang lebih suka di sini, dan anak-anak juga senang,” sebutnya.

Pria beranak 2 ini menuturkan, lokasi ini sudah menjadi pilihan bagi mereka. Katanya, pasar rakyat itu hanya ada dua kali dalam setahun, yakni pada Hari Raya Idul Fitri dan Tahun Baru.

Sandi menjadi satu di antara pedagang mengatakan, Pasar rakyat tersebut telah berlangsung sejak hari pertama Lebaran dan akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Karenanya, warga memafaatkan suasana berdagang secara musiman.

“Sehabis salat Id, kami sengaja langsung jualan. Dan memang hanya jualan saat libur keagamaan saja. Bukan tiap hari,” kata Sandi yang menjawab pertanyaan dari Sutrisno Pangaribuan selaku Anggota DPRD Sumut yang sengaja menyempatkan diri melihat suasana warga melangsungkan libur Lebaran di Tapanuli Utara.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close