Pembangunan ITF Sunter Dimulai, Anies Sebut Pengelolaan Sampah Jakarta akan Semakin Baik

0
670_446_hore-akhirnya-anies-groundbreaking-itf-sunter_m_

Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di dalam kota Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara resmi dimulai. Di mulainya pembangunan  pengelolaan sampah tercanggih di Indonesia  itu ditandai dengan peletakan batu pertama atau  Groundbreaking oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kamis (20/12/2018). Hadir dalam peresmian tersebut Dubes Finlandia Jari Sinkari, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Aji, dan Dirut BUMD PT Jakarta Propertindo

Pembangunan ITF ini,  dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dibantu oleh perusahaan  asal Finlandia, Fortum. Dana yang dikucurkan untuk pembangunan ITF Sunter ini, mencapai US$250 juta atau setara dengan Rp3,6 triliun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dengan kehadiran ITF Sunter ini, sampah di Jakarta akan terkelola dengan baik. Untuk sampah yang dikelolanya bisa mencapai 2.200 ton perhari.  ITF Sunter ini merupakan bentuk komitmen Pemprov DKI dalam memperhatikan masalah sampah di Ibu Kota.

“Ini menjadi peristiwa yang sangat bersejarah. Ini bukan sekadar perubahan teknologi, tapi juga mindset,” ujarnya, di lokasi Groundbreaking ITF Sunter, Jakarta Utara, Kamis (20/12/2018)

“Sudah saatnya kita menyelesaikan persoalan sampah secara sistemik dan strategis. Pembangunan ITF ini adalah langkah yang paling tepat untuk memastikan sampah Jakarta dikelola secara tuntas,” tambas Anies.

Anies memastikan bahwa teknologi yang digunakan di ITF Sunter ini merupakan teknologi yang ramah lingkungan. Selain energi yang digunakan juga sangat hemat, karena ITF Sunter ini dilengkapi dengan turbin yang dapat mengonversi energi panas menjadi energi listrik mencapai 35 megawatt.

“Kita bersyukur, bisa mengaplikasikan teknologi dengan standar tertinggi. Saya ingin, selain menjadi lokasi pengelolaan sampah, tempat ini juga bisa menjadi sarana pendidikan warga,” ungkapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menuturkan proyek ITF akan menjadi yang pertama di Indonesia. Proyek tersebut akan menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia. “Ini projek bersejarah, proyek yang akan berimplikasi ke seluruh Indonesia,” ungkapnya

Selain itu, Aneis berharap  ITF Sunter bisa menjadi tempat masayarakat mempelajari sisten pengolahan sampah. “Saya juga berharap tempat ini nantinya selain bisa mengelola sampah juga menjadi tempat pendidikan warga,” harap Anies.

Sesuai dengan rencana, sambung Anies, pembangunan ITF Sunter ditargetkan rampung dalam tiga tahun. Namun demikian, dirinya berharap PT Jakpro bersama Fortum bisa lebih cepat menyelesaikan pembangunannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *