Headline News

Pemprov Ajak Pengelola Gedung Perkantoran di Jakarta Bangun Urban Farming

Pemerinta Provinsi DKI Jakarta mengajak pengelola gedung perkantoran untuk membangun urban farming atau pertanian perkotaan. Pembangunan pertanian perkotaan di gedung-gedung  di Jakarta, memiliki manfaat, di antaranya meningkatkan kualitas udara.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan gedung-gedung yang ingin membuat pertanian perkotaan kini sudah ada contohnya yakni  Balkot Farm yang ada di Balai Kota DKI Jakarta. Pada Jumat pekan lalu, Balkot Farm  ini resmi di luncurkan.

Menurut Darjamuni, pembangunan pertanian perkotaan menjadi instruksi Gubernur (Ingub)Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pertanian Perkotaan.

“Kami ingin memberikan contoh, di mulai dari rumah sendiri, perkantoran milik Pemprov DKI. Tanaman bisa menyerap polutan untuk meningkatkan kualitas udara, membuat lingkungan makin indah dan asri,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Darjamuni menjelaskan, untuk gedung Pemerintah, tak hanya Balai Kota. Tahun ini Kantor Dinas KKP di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat juga akan dibangun wall garden. Selain itu, dalam program selanjutnya area gedung di bagian atap juga akan dibuat lahan pertanian perkotaan atau penghijauan.

“Kita akan terus melakukan sosialisasi kepada pengelola gedung. Kami ingin mereka juga bisa melakukan hal yang sama, Dinas KPKP siap memberikan pendampingan,” terangnya.

Menurutnya, Balkot Farm bisa menjadi etalase dari pelaksanaan Balkot Farm di Ibukota, mulai dari tanaman herbal, sayuran, hingga buah-buahan.

“Kami ingin mengajak kaum milenial untuk ikut menjadi bagian dan pelaku pertanian perkotaan di Jakarta, karena ini sangat menjanjikan,” ungkapnya.

Kepala Seksi Pertanian Perkotaan Dinas KPKP DKI Jakarta, Taufik Yulianto menambahkan, adanya Balkot Farm bisa menjadi inspirasi bagi perkantoran di DKI Jakarta untuk menerapkan pertanian perkotaan di ruang-ruang yang tersedia dan mengembangkannya.

“Semoga diikuti oleh perkantoran untuk menerapkan pemanfaatan ruang dengan melakukan urban farming, kemudian pengembangannya baik dari variasi tanaman dan kualiatas sayuran yang dihasilkan,” tuturnya.

Sementara, pelaku urban farming penerima penghargaan dari Dinas KPKP, Nana Suganda menuturkan, pemilik gedung bisa melibatkan warga maupun kelompok tani di sekitarnya untuk mengelola lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian perkotaan.

“Prinsipinya kami siap, tinggal difasilitasi saja. Ini tentu bisa saling membantu, baik untuk warga atau anggota Poktan maupun pemilik atau pengelola gedung,” tandasnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close