Headline News

Pendidikan Islam Indonesia Diharapkan jadi Kiblat Asia

Penyelenggaraan Konferensi Asia Islamic Universities Association (AIUA) 2018 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3-5 Juli menjadi momentum berharga bagi civitas akademika khususnya dan bangsa Indoensia pada umumnya. Pasalnya UIN sunan Kalijaga yang menjadi salah satu anggotanya berperan besar dalam menitipkan sejumlah visi misi yang diemban.

“Momentum ini sangat bagus untuk mempromosikan Islam Nusantara, Islam berkemajuan dan Islam moderat. Setelah pematangan seluruh pedoman kerja dalam konferensi kali ini, maka dapat segera diterapkan seluruh anggota AIUA. Salah satunya yang penting yakni program publikasi internasional,” tutur Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Drs KH Yudian wahyudi MA PHd, Kamis (05/07/2018).

Selain itu lanjut Prof Yudian yang juga menjabat Presiden AIUA, dalam konferensi kali ini pihaknya memiliki misi besar mengubah peta pendidikan Islam. Harapannya, pendidikan dunia Islam dapat terpusat di Indonesia sesuai dengan harapan Presiden RI dan Menteri Agama RI. Ia optimistis misi besar ini akan tercapai mengingat Indonesia merupakan negara dengan kepesertaan terbanyak dalam AIUA.

“Agenda selanjutnya adalah memperluas keanggotaan. Mengingat jumlah perguruan tinggi Islam di Asia sebenarnya kurang lebih 1.000 PT. Namun yang tergabung dalam AIUA baru sekitar 60 perguruan tinggi Islam. Hingga saat ini, perguruan tinggi Islam di Indonesia yang sudah tergabung ada sekitar 30 PT. Padahal jumlah keseluruhan di Indonesia baik negeri maupun swasta ada 850 PT. Karena itu AIUA terus mendorong seluruh perguruan tinggi Islam di Indonesia untuk segera bergabung dalam asosiasi ini,” ungkapnya.

Prof Yudian menekankan, AIUA memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi Islam di Asia. Untuk mewujudkan hal itu, UIN Sunan Kalijaga dipercaya menangani penjaminan mutunya. Oleh karena itu pada konferensi kali ini, salah satunya dibahas pedoman penanganan penjaminan mutu perguruan tinggi Islam pada tingkatan internasional.

Di sela konferensi AIUA, dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan UIN Jambi, IAIN Jember, kampus Malaysia Sultan Azlan Shah University yang diwakili Deputi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof Dato’ Dr Wan Sabri Bin Wan Yusof dan kampus Brunei Darussalam Universiti Islam Sultan Sharif Ali yang diwakili Rektor Dr Haji Norarfan Bin Haji Zainal. Salah satu bentuk kerja sama yang akan dilaksanakan yakni bidang pengembangan akademik dan penelitian.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close