EconomicHeadline NewsTourism

Pengeluaran Wisatawan China Masih Tinggi Dibandingkan Singapura dan Malaysia

Jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke destinasi wisata di Indonesia menunjukan grafik yang menanjak.  Di Bali saja jumlah wisatawan asal negeri Panda itu adu balap dengan wisatawan Australia. Bahkan World Travel and Tourism Council (WWTC) di Bangkok bulan April 2017 lalu memberikan kesimpulan bahwa China bisa menjadi pasar terbesar industry pariwisata dunia.

Namun ada anggapan dari pihak lain yang menyebut wisatawan China tidak menguntungkan berkunjung ke Indonesia meski jumlahnya melonjak. Anggapan itupun dibantah Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana. Pitana menegaskan tidak benar wisatawan China tidak memberikan keuntungan devisa untuk negara. Justru wisatawan China memiliki minat belanja yang tinggi saat berlibur ke Indonesia.

“Pengeluaran rata-rata wisman  China 1.057 dollar AS per orang per kunjungan,” kata Pitana di Jakarta.

Namun Pitana mengakui ada perbedaan pengeluaran yang dikeluarkan wisatawan China dengan wisatawan mancangera (wisman) ke Indonesia.   Wisatawan China hanya mengeluarkan Angka 1.057 dollas AS per kunjungan per orang, sedangkan wisman mengelontorkan lebih tinggi yakni yang rata-rata 1.200 dollar AS per wisman per kunjungan.

Meski demikian pengeluaran wisatawan China masih tinggi dibandingkan  uang yang dikeluarkan wisatawan Singapura yang hanya  800 dollar AS dan Malaysia 780 dollar AS per wisman per kunjungan.

Angka pengeluaran terbesar adalah wisman Arab Saudi 2.230 dollar AS per kunjungan, namun jumlah wisman dari negara itu masih sedikit.

“Di samping itu tuntutan wisman China terhadap destinasi kita tidak banyak, apa saja tidak menuntut sepanjang ada pantai,” katanya.

Selain itu, kini mulai ada pergeseran tren wisman China yang mulai menggemari wisata belanja, misalnya di Bali.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button