BusinessDestinationTourism

Pengembangan Batam Sebagai Salah Satu Destinasi Pariwisata Indonesia

Kepulauan Riau (Kepri) saat ini menjadi sasaran utama bagi investor yang ingin menanamkan usaha di sektor pariwisata. Dihimpun dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal, realisasi investasi perlokasi dari 2012-2016 sebesar 8 persen dan masuk posisi keempat di Indonesia.

“Dalam lima tahun terakhir, 58 persen investasi direalisasikan di Bali dan Jakarta. Makanya pemerintah ingin mendorong investasi di ’10 Bali Baru’,” kata Direktur Perencanaan Infrastruktur Badan Koordinasi Penanaman Modal RI (BKPM RI), Heldy Putera.

Selama 2012 hingga 2016, investor yang telah menanamkam modalnya di sektor pariwisata sebesar Rp 58,406 triliun.

Besarnya nilai tersebut berkat sumbangan dari bidang Hotel dan Restoran Rp 53,087 triliun. Ditambah bidang jasa penunjang pariwisata sebesar Rp 4,785 triliun dan terakhir investasi untuk kawasan wisatanya adalah sebesar Rp 534 miliar.

Untuk investor terbesar adalah berasal dari Singapura persentase sebesar 39 persen, dilanjutkan oleh British Virgin Islands dengan persentase 16 persen, Hongkong dengan 4,8 persen, Jepang dengan 2,6 persen, Korea Selatan dengan 2,2 persen dan negara lainnya sebanyak 35,4 persen.

Kepri memang masih kalah jika dibanding dengan Jawa Barat masuk peringkat ketiga dengan realisasi sebesar 9 persen. Bahkan jauh dibawah Bali dengan realisasi 33 persen namun Kepri masih unggul dari Jawa Timur dengan realisasi 4 persen.

“Walau baru mencakup 8 persen nilai investasi, investasi jasa penunjang pariwisata di Kepri tumbuh pesat,” tukas Heldy.

Asisten Deputi Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah dari Kementerian Pariwisata yaitu Tazbir mengatakan Batam sangatlah potensial karena punya potensi bagus dan memiliki potensi destinasi wisata.

“Batam punya lokasi strategis. Sehingga wisman yang datang rata-rata berasal dari Singapura dan Malaysia punya daya beli kuat,” jelasnya.

Yang perlu diperhatikan dalam peningkatan pariwisata di Batam adalah penambahan destinasi wisata dan atraksi baru.

”Batam, produk pariwisatanya masih belum kuat sehingga lama tinggal wisman hanya sebentar,” katanya.

Kepri penting untuk diperhatikan terlebih potensinya yang bisa dikembangkan bersama destinasi lainnya seperti Jakarta dan Bali. Merujuk pada data dari Kemenpar, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia hanya 10 persen dari jumlah wisman yang berkunjung ke ASEAN, yakni sekitar 97,22 juta wisman.

Indonesia hanya kebagian 9 juta wisman pertahunnya. Sangat jauh jika dibandingkan degnan Malaysia yang mampu meraup 27,4 juta wisman, Thailand yang dikunjungi 24,8 juta wisman dan Singapura yang dikunjngi 15,1 juta wisman pertahunnya.

Oleh karena itu pemerintah pusat wajib untuk terus mendorong pengembangan pariwisata di Kepri dengan aksi nyata. Salah satunya adalah dengan membranding pariwisata Indonesia dengan branding Wonderful dan Pesona Indonesia.

“Brand Wonderful Indonesia sudah dipromosikan di Eropa. Hadir sebagai tampilan luar bus bertingkat disana. Saya kira media juga penting, makanya kami promosi hingga miliaran rupiah di sana,” papar Tazbir.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button