Headline NewsHealthy Life

Penyebab dan Penanganan Penyakit Diare Pada Anak

Asupan makanan untuk anak  menjadi  hal yang harus diperhatikan   orangtua, karena makanan menjadi faktor penting untuk proses tumbuh kembang si anak. Namun terkadang masih ada orangtua yang sembarangan dalam memberi makan si buah hati.

Perlu diketahui bahwa kemampuan anak untuk mencerna makan belum sempurna seperti orang dewasa, karena itu, anak rentan terkena sakit karena faktor makanan. Salah satu penyakit yang ditimbulkan karena asupan makan yang sembarangan adalah diare.

WHO atau organisasi kesehatan dunia mendefinisikan bahwa diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering dari biasanya, tiga kali atau lebih dalam satu hari.

Dokter Spesialis Anak dr. Elizabeth Clarissa Wowor, Sp.A menjelaskan ada dua penyebab diare pada anak yakni karena infeksi dan bukan infeksi. Untuk infeksi ini disebabkan dari virus ataupun bakteri yang masuk ke dalam pencernaan si anak. Virus atau bakteri tersebut bisa saja berasal dari makanan. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memperhatikan makanan yang dipilih buat si buah hati. Ketelitian dalam memilih makanan sangat dibutuhkan agar asupan makanan yang diperoleh si anak dapat  melancarkan proses tumbuh kembangnya.“Sedangkan kalau bukan infeksi, misalnya ada alergi susu sapi, lalu ada gangguan di dalam anatomi pada bentuk usus misalnya terjadi malrotasi atau usus yang terpelintir, lalu adanya penyakit yang lain,” kata dokter Elizabeth saat menjadi narasumber dalam program EL JOHN Medical Forum yang rutin disiarkan EL JOHN. Program ini dipandu oleh Miss Earth Indonesia 2019 Cinthia Kusuma Rani.

“Sebenarnya kalau secara umum dari makanan yang ibu menyusui itu tidak menyebabkan bayi menjadi diare, tetapi apabila bayi tersebut memiliki alergi contohnya seperti alergi susu sapi, jadi pada ibu yang mengkonsumsi susu sapi dan juga turunannya,seperti keju lalu ada cookies, kue itu dapat menyebabkan gejala diare pada bayi,” sambung dokter Elizabeth.

Makanan yang diindikasi terkena bakteri  untuk dihentikan. Lebih baik hindari makanan yang merangsang gangguan pencernaan seperti asam, pedas  dan minuman yang terlalu manis.  Untuk susu juga demikian. Apabila diare yang ditimbulkan akibat susu formula, maka susu tersebut juga dihentikan.

“Apabila dengan mengkonsumsi susu formula tersebut diarenya bertambah banyak, bertambah sering maka harus dilihat apakah ada kemungkinan intoleransi terhadap laktosa. Jadi pada anak-anak yang mengalami infeksi pada saluran pencernaannya ada resiko terjadinya gangguan enzim laktase, sehingga tidak dapat dicerna laktosa,” ungkap dokter spesiali anak di Rumah Sakit Mentari, Tangerang, Banten ini.

Diare pada anak juga dapat menyebab dehidrasi atau tubuh kehilangan cairan. Diare yang berlangsung secara terus-menerus adalah kondisi yang cukup membahayakan, pasalnya ini bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan mengalami dehidrasi. Jangan membiarkan kondisi ini karena diare bikin dehidrasi yang dapat berbahaya bagi kondisi tubuhmu.

Pada keadaan normal, usus besar akan menyerap cairan dari makanan yang kita konsumsi sehingga konsistensi feses menjadi setengah padat. Namun saat diare, cairan dari makanan tidak dapat diserap oleh usus dengan baik, dan akan dikeluarkan dalam bentuk feses yang cair.

“Kalau tanda dehidrasi ini kita bisa lihat itu dari awal anak tersebut diare, setiap anak berbeda. Jadi kalau kita lihat ketika anak buang air besar tentu harus ada asupan yang masuk, jadi kita harus menggantikan cairan yang keluar tersebut melalui minum. Apabila anak tersebut buang air besarnya itu lebih banyak dibandingkan dengan asupan yang bisa didapatkan melalui mulut  atau minum, maka akan timbul gejala-gejala tersebut,” ujar dokter lulusan Universitas Sam Ratulangi ini. Untuk pertolongan yang diberikan kepada anak yang mengalami diare adalah dengan rehidrasi. terapi cairan merupakan upaya mengembalikan cairan tubuh yang terbuang bersama tinja dengan cara mengonsumsi cairan yang memadai, salah satunya dengan mengkonsumsi oralit.

“Rehidrasi cairan ini apabila kita belum memiliki oralit maka kita bisa memberikan larutan rumah tangga seperti misalnya ada sup-sup dapat kita berikan. Kemudian juga sebenarnya air putih juga boleh tetapi lebih kita berikan seperti sup lalu seperti larutan air tajin juga boleh kita berikan di rumah,” terang dokter Elizabeth.

Jika frekuensi diare terus meningkatkan,  untuk segera ke dokter agar diberikan pemberian suplemen zinc selama 10-14 hari. Untuk bayi di bawah 6 bulan, pemberian suplemen zinc sekitar 10 mg per hari. Sementara itu, untuk balita yaitu 20 mg suplemen zinc per hari.

zinc ini sangat penting diberikan pada diare apabila lebih dari tiga kali sehari karena berdasarkan penelitian bahwa zinc itu mampu untuk memperbaiki penyerapan dari usus tersebut, memperpendek lamanya diare sehingga menyebabkan diare itu menjadi cepat sembuh,” ujar dokter Elizabeth sembri mengatakan,  yang terpenting  adalah orangtua harus dapat selektif dalam memilih asupan makanan untuk si anak.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close