EconomicHeadline NewsTransportation

Pihak Asing Tertarik Investasi di Megaproyek LRT Jabodetabek

 

LRT (Light Rail Transit) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi kini sedang dibangun. Pemerintah menargetkan pembangunan LRT akan selesai pada tahun 2019 mendatang.  Keseriusan pemerintah menggarap megaproyek ini , ternyata  menarik beberapa perusahaan asing, salah satunya adalah BlackRock Inc. Perusahaan jasa transportasi asal New York, Amerika Serikat itu rencananya akan berinvestasi di proyek senilai Rp 21,9 triliun ini.

“BlackRock, salah satu fund manager dunia sudah ingin masuk dan tertarik mendanai proyek ini (LRT Jabodebek). Karena mereka melihat sangat bagus dan konsepnya menarik dari sisi estetika,” ujar Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat meninjau pembangunan LRT Jabodebek, Jumat, 4 Agustus 2017.

Luhut mengatakan proyek ini sepenuhnya dikerjakan oleh perusahaan dalam negeri, namun jika ada pihak asing yang ingin menanamkan modalnya di proyek LRT ini, pemerintah tidak akan mempermasalahkan asalnya harus ada kejelasan dalam format kerjasamanya. Hal ini penting agar tidak ada yang dirugikan , apalagi proyek LRT Jabodebek adalah proyek andalan.

“Kalau ada pihak yang sangat berminat masuk, ya kami tidak keberatan. Sebab, dengan demikian tidak menggunakan dana APBN. Tapi kerja samanya jangan ada yang dirugikan,” katanya.

Sehingga, sambung dia, APBN Indonesia yang untuk dialokasikan ke infrastruktur sebesar 20%. Sedangkan pembiayaan infrastruktur lainnya dibiayai dari sektor swasta.

Dengan adanya ketertarikan dari asing, Luhut mengaku Indonesia harus berbangga. Pasalnya proyek LRT Jabodebek memiliki multiplier effect atau efek ganda yang positif bagi Indonesia di masa depan.

Apalagi, kata dia, proyek LRT Jabodebek yang memiliki total panjang 76 kilometer ini, berada di daerah padat di Indonesia. Sehingga dia berharap, konstruksi model LRT dapat juga dipakai di Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Makassar. Sehingga kemacetan di daerah lain dapat diurai semaksimal mungkin.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk merupakan kontraktor yang membangun moda transporasi ini. Kini Adhi Karya  tengah mengebut pengerjannya. Proyek ini ditargetkan rampung tahun 2019 mendatang.

Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto yang ikut mendampingi Luhut dalam meninjau pembangunan LRT,  mengungkapkan bila progres pembangunan konstruksi fisik saat ini sudah mencapai 18-19 persen. Dia optimistis proyek ini bisa selesai tepat waktu dan bisa segera dioperasikan.

“Alhamdulillah kalau kendala relatif tidak ada. Jadi semua lahan sudah hampir bebas, September nanti sudah bebas. Lahan-lahan oleh pemerintah sudah bisa kita kerjakan semua dan lahan swasta sudah ada. Insyaallah pengerjaan fisik selesai Januari 2019,” ungkap Budi di lokasi proyek LRT Jabodebek, di Feeding Area KM 9 Ruas Tol Jagorawi Jalur B, Jakarta, Jumat, 4 Agustus 2017.

Menurut dia, LRT adalah transportasi yang menawarkan kenyamanan dan keamanan bagi calon penumpang. Bahkan dia mengklaim, LRT cukup cepat mengatarkan penumpang. Misalnya perjalanan dari Cibubur ke Dukuh Atas sepanjang 25,1 km dengan menggunakan LRT hanya ditempuh dalam waktu 25-30 menit.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button