Prabowo Nyatakan Perang Lawan Sampah

Tangkapan Layar Sambutan Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Sentul (2/2/2026). (Sumber Youtube Sekretariat Presiden)
Bogor, EL JOHN News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menyatakan perang terhadap sampah, menyusul proyeksi Pemerintah yang memperingatkan hampir seluruh Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas pada 2028, bahkan di sejumlah daerah bisa terjadi lebih cepat. Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026), di hadapan ribuan kepala daerah dari seluruh Indonesia.

34 Proyek Waste to Energy Dikebut, Investasi Tembus US$3,5 Miliar
Untuk menjawab ancaman kolapsnya TPA, Presiden Prabowo mengumumkan percepatan 34 proyek Waste to Energy (WtE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang akan dibangun di 34 kabupaten/kota mulai tahun ini.
Presiden meminta agar groundbreaking dilakukan dalam beberapa bulan ke depan, dengan target proyek beroperasi penuh dalam dua tahun atau sekitar 2028.
“Tahun ini kita buka 34 proyek waste to energy di 34 kota. Saya minta groundbreaking segera dilaksanakan. Kita perkirakan dua tahun lagi sudah berfungsi,” ujar Prabowo.
Nilai investasi proyek tersebut mencapai US$3,5 miliar atau sekitar Rp58 triliun, yang sepenuhnya dipimpin oleh pemerintah pusat.
“Ini investasi cukup besar, tapi sepadan dengan kepentingan rakyat dan masa depan lingkungan,” tambahnya.
TPA di Ambang Kolaps, Sampah Ancam Pariwisata dan Ekonomi
Presiden menekankan bahwa persoalan sampah bukan sekadar isu kebersihan, melainkan ancaman langsung terhadap keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan sektor pariwisata nasional.
Menurut Prabowo, pariwisata merupakan sektor yang paling cepat menyerap tenaga kerja dan paling efisien dari sisi biaya pembangunan, namun akan runtuh jika lingkungan tidak terjaga.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan Indonesia menghasilkan lebih dari 68 juta ton sampah per tahun, dengan sekitar 40 persen masih berakhir di TPA terbuka. Sementara kapasitas TPA di banyak daerah telah mendekati batas maksimal.
Pemerintah Pusat Ambil Alih, Tak Boleh Menunggu
Di hadapan sekitar 4.473 peserta Rakornas—yang terdiri dari kepala daerah, DPRD, Kepolisian, Kejaksaan, TNI, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih—Prabowo menegaskan pemerintah pusat siap memimpin langsung penyelesaian masalah sampah.
“Kita perlu kerja sama pusat dan daerah, tapi kita tidak boleh menunggu. Bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” tandasnya.
Prabowo juga menilai bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi beban kota besar, melainkan juga kabupaten yang volumenya terus meningkat.
Gerakan Indonesia ASRI Diluncurkan
Selain proyek PLTSa, Presiden Prabowo akan meluncurkan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sebagai gerakan nasional berbasis gotong royong.
Gerakan ini melibatkan seluruh instansi pemerintahan, perkantoran, hingga lingkungan masyarakat melalui kegiatan kerja bakti massal.
“Wujudnya korve, kerja bakti. Semua instansi pemerintah harus memimpin. Modalnya gerobak, truk sampah. Kalau ratusan ribu bergerak, cepat,” jelas Presiden.
Perang Terhadap Sampah Dimulai
Dengan target operasional PLTSa pada 2028, Presiden Prabowo secara resmi menyatakan dimulainya “perang terhadap sampah” sebagai bagian dari strategi nasional menuju ekonomi hijau dan pariwisata berkelanjutan. “Ini bukan urusan menunda. Ini menyangkut masa depan lingkungan, ekonomi, dan kualitas hidup rakyat Indonesia,” tutup Presiden.
