Presiden Genjot Program Bedah Rumah, Target 400 Ribu Hunian

0
Screenshot_6-4-2026_23384_presidenri.go.id

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri PKP Maruarar Sirait sedang melihat rumah subsidi di Serang, Banten, pada 20 Desember 2025 (Foto: BPMI Setpres)

El John News, Jakarta-Pemerintah mempercepat upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui sejumlah langkah strategis. Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan akses perumahan, salah satunya lewat peningkatan program renovasi rumah rakyat atau bedah rumah.

Arahan tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait usai mengikuti rapat terbatas di Istana Merdeka pada Senin (6/4/2026). Rapat tersebut membahas percepatan pelaksanaan program perumahan rakyat secara nasional.

“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden dan dukungan yang luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat. Satu di antaranya ada langkah strategis untuk peningkatan bedah rumah, bedah rumah rakyat. Sedang dipersiapkan bersama dengan Menteri Keuangan dan Bapak Mensesneg dan Pak Seskab untuk renovasi rumah rakyat di seluruh Indonesia,” ujar Maruarar.

Ia menjelaskan, program tersebut akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2026, pemerintah menargetkan renovasi sebanyak 400 ribu rumah di seluruh wilayah Indonesia.

“Tahun ini semua kabupaten/kota di seluruh Indonesia mendapatkan program bedah rumah dari Bapak Presiden Prabowo. Ini program yang sangat signifikan dan akan menggerakkan ekonomi dan juga akan berkeadilan,” lanjutnya.

Selain itu, Presiden juga mengarahkan pemanfaatan lahan negara, khususnya di kawasan perkotaan strategis, untuk pembangunan hunian vertikal seperti rumah susun. Lahan milik BUMN, termasuk sektor perkeretaapian, menjadi prioritas dalam mendukung kebutuhan tempat tinggal masyarakat.

“Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat. Nanti dikombinasi juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah, juga yang menengah, supaya ada kombinasi,” kata Maruarar.

Pemanfaatan lahan tersebut tidak hanya difokuskan di Jakarta, tetapi juga diperluas ke daerah lain seperti Bandung. Pemerintah pun telah mengidentifikasi sejumlah lokasi potensial untuk pengembangan hunian.

Maruarar mencontohkan proyek yang tengah berjalan di kawasan Senen, Jakarta, yang merupakan tindak lanjut arahan Presiden setelah melakukan peninjauan lapangan beberapa waktu lalu. Sekitar 300 unit rumah tengah dibangun di kawasan Jalan Kramat dan ditargetkan rampung pada pertengahan Juni 2026. Selain itu, PT KAI juga tengah menyiapkan pembangunan 500 unit rumah berikutnya.

“Atas arahan Presiden Prabowo, hasil beliau turun ke lapangan dua minggu lalu di daerah Senen, itu sudah mulai dibangun di kawasan Jalan Kramat, itu saya bersama Pak Doni, arahan Pak Rosan juga, sekitar 300 rumah di kawasan Senen. Kemudian juga sedang dipersiapkan oleh kereta api, KAI, 500 rumah berikutnya yang akan segera diproses. Kalau yang di Senen itu akan jadi 15 Juni, berarti dua bulan lagi, 15 Juni 2026,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden juga meminta Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid untuk mempercepat penyediaan lahan. Nantinya, pembiayaan dan pembangunan akan melibatkan sinergi lintas lembaga, termasuk dukungan dari Danantara.

“Jadi sinergi ini tadi sudah diputuskan dan untuk bisa dikerjakan dengan masif,” tandasnya.

Program perumahan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat perekonomian nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *