Presiden Prabowo Canangkan Reformasi Pendidikan Berbasis Digital pada Puncak HGN 2025

0
puncak-hari-guru-nasional-2025-presiden-prabowo-tegaskan-digitalisasi-dan-reformasi-besar-sektor-pendidikan-28112025-194447 (1)

Presiden Prabowo Subianto menekankan arah baru pembenahan pendidikan nasional dengan menempatkan digitalisasi sebagai mesin percepatan transformasi. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada Jumat, 28 November 2025.

Di hadapan para guru dari seluruh Indonesia, Presiden menyatakan bahwa dunia pendidikan tidak bisa lagi berjalan secara konvensional dan memerlukan langkah besar serta keberanian untuk mengejar ketertinggalan.

Presiden menjelaskan bahwa negara lain berkembang sangat cepat, sehingga Indonesia harus mengambil strategi yang mampu membuat lompatan. “Pendidikan akan kita benahi secara besar-besaran. Kita bangsa besar, tantangan kita besar. Jika ingin mengejar negara lain, kita harus berani mengambil keputusan besar,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Digitalisasi sebagai Poros Percepatan Pendidikan

Presiden menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar pelengkap, tetapi fondasi utama dalam mendorong pemerataan dan percepatan pembelajaran nasional. Salah satu program yang sudah berjalan adalah pengadaan papan interaktif digital atau interactive smart board untuk seluruh sekolah di Indonesia.

Menurut Presiden, teknologi tersebut menjadi instrumen penting untuk menghadirkan metode belajar modern yang adaptif dengan perkembangan zaman. “Digitalisasi pembelajaran menjadi langkah yang kita ambil untuk melakukan lompatan. Kita mengirim layar interaktif ke semua sekolah di republik ini,” tutur Presiden.

Presiden mengungkapkan bahwa proses distribusi perangkat berjalan sangat cepat. Namun, ia mengakui ada hambatan pada pengiriman ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau akibat kondisi cuaca ekstrem serta akses logistik. Meski demikian, Presiden memastikan target distribusi tetap dikejar.

“Insyaallah akhir Desember atau awal Januari, layar interaktif akan sampai ke seluruh 288 ribu sekolah. Kendalanya hanya cuaca dan medan yang berat. Tapi kita tetap berusaha menembus seluruh pelosok,” kata Presiden.

Setelah pemutaran video yang menampilkan proses distribusi layar interaktif, Presiden menggambarkan situasi lapangan yang menuntut dedikasi tinggi para petugas, mulai dari pengiriman menggunakan truk, perahu kecil, hingga menempuh jalur hutan. Hal ini, menurut Presiden, menjadi bukti bahwa negara berupaya menghadirkan pemerataan kualitas pendidikan hingga ke titik terjauh Indonesia.

Tambahan Perangkat dan Ekspansi Konten Digital 2 Tahun ke Depan

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengumumkan rencana penguatan sarana digital secara bertahap. Mulai tahun depan, pemerintah akan menambah tiga perangkat layar interaktif di setiap sekolah, lalu dua layar tambahan lagi pada tahun berikutnya.

Dengan demikian, target jangka panjang Presiden adalah agar setiap kelas memiliki perangkat digital sendiri, memungkinkan pembelajaran berlangsung lebih interaktif dan modern. “Akan ada konten-konten besar yang bisa diakses melalui layar tersebut. Hampir semua mata pelajaran dari tiap jenjang akan tersedia,” jelas Presiden.

Akses Materi dari Pengajar Terbaik Dunia

Selain penyediaan perangkat, Presiden memaparkan rencana penyiaran materi pembelajaran dari guru-guru terbaik melalui studio terpusat. Hal ini memungkinkan seluruh siswa, termasuk yang berada di wilayah terpencil, bisa belajar langsung dari pengajar berkualitas internasional.

Presiden mencontohkan pembelajaran bahasa asing yang akan diajarkan oleh penutur asli. “Anak-anak di sekolah mana pun di Indonesia nanti bisa belajar bahasa Inggris dari guru asli Inggris, atau bahasa Mandarin dari pengajar asli Tiongkok. Begitu juga bahasa Perancis, Jerman, Korea, Jepang, hingga Portugis,” tegas Presiden.

Ia menambahkan bahwa kemampuan bahasa asing akan membuka pintu mobilitas global bagi generasi muda. “Kita ingin anak-anak Indonesia bisa bekerja di mana saja di dunia setelah mereka lulus,” ujarnya.

Program ini sekaligus menjadi strategi pemerataan mutu guru, karena siswa dari daerah terpencil dapat memperoleh materi yang sama dengan siswa di kota-kota besar.

Komitmen Reformasi Pendidikan yang Menyeluruh

Dengan rangkaian kebijakan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun sistem pendidikan yang lebih merata, modern, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan. Transformasi yang dicanangkan bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi juga menata ulang model pembelajaran, kualitas pengajar, serta akses siswa terhadap sumber belajar.

Puncak HGN 2025 ini menjadi momentum besar untuk menunjukkan arah baru pendidikan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo—arah yang tidak hanya menekankan kualitas, tetapi juga pemerataan dan ketangguhan menghadapi era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *