Presiden Prabowo Resmikan Danantara, Langkah Strategis Pengelolaan Investasi Berkelanjutan

0
WhatsApp-Image-2025-02-24-at-13.47.43-1536x1164

Presiden Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Halaman Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025).

Danantara menjadi  lembaga investasi raksasa yang akan mengelola aset BUMN senilai Rp 15.000 triliun atau sekitar US$ 900 miliar

Peluncuran Danantara ini tidak hanya sekadar menjadi simbol dari keberhasilan pemerintah dalam mengelola investasi, tetapi juga menjadi titik balik bagi Indonesia dalam merancang masa depan ekonomi yang lebih berkelanjutan, mandiri, dan memberi manfaat langsung kepada rakyat.  Peluncuran ini juga menandai babak baru dalam pengelolaan kekayaan negara.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Danantara bukanlah sebuah badan investasi semata, melainkan sebuah instrumen penting dalam pembangunan nasional yang bertujuan mengoptimalkan pengelolaan kekayaan Indonesia untuk kepentingan seluruh rakyat. “Danantara harus menjadi lebih dari sekadar lembaga investasi; ia harus menjadi motor penggerak bagi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ungkap Presiden.

Selain Presiden Prabowo, hadir pula dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Presiden Joko Widodo, serta Wakil Presiden Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma’ruf Amin. Acara tersebut juga dihadiri oleh para pimpinan lembaga negara, anggota kabinet Merah Putih, duta besar negara sahabat, serta tokoh masyarakat dan media nasional.

Presiden juga mengungkapkan keyakinannya bahwa melalui pengelolaan dana yang profesional dan transparan, Danantara dapat membawa Indonesia kepada pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan. Dalam 100 hari pertama kepemimpinannya, pemerintah telah berhasil mengamankan lebih dari 300 triliun rupiah—hampir setara dengan 20 miliar dolar AS—dalam bentuk tabungan negara. Dana ini nantinya akan dialihkan ke Danantara dan digunakan untuk mendanai proyek-proyek strategis nasional, yang berfokus pada industrialisasi dan hilirisasi sektor-sektor utama perekonomian Indonesia.

Proyek-proyek yang akan didanai oleh Danantara, menurut Presiden, diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi ekonomi Indonesia.

“Kami percaya bahwa proyek-proyek ini akan memberi dampak jangka panjang yang luar biasa. Tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menyediakan lapangan pekerjaan berkualitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tambah Presiden.

Dengan Danantara, Indonesia juga bertujuan untuk memperkuat daya saingnya di kancah global dan mengurangi ketergantungan pada investasi asing. Selain itu, Presiden juga menyatakan bahwa pengelolaan dana negara melalui Danantara akan dilaksanakan dengan disiplin, transparansi, dan akuntabilitas yang tinggi. “

Kami harus memastikan bahwa setiap dana yang dikelola memberikan manfaat maksimal kepada rakyat Indonesia. Ini adalah amanah besar yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Di acara peluncuran tersebut, Presiden juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan terobosan besar ini. Menurutnya, Danantara adalah langkah awal menuju Indonesia yang lebih mandiri, sejahtera, dan kuat

. “Dengan Daya Anagata Nusantara—energi kekuatan masa depan Indonesia—kita bergerak bersama untuk mencapai tujuan kita, menuju Indonesia yang maju, makmur, dan dihormati di dunia,” ujar Presiden dengan penuh keyakinan.

Dengan adanya Danantara, pemerintah berharap Indonesia dapat terus bergerak maju, melangkah lebih jauh, dan memperkokoh posisinya sebagai negara dengan perekonomian yang kuat dan berkelanjutan. Sebagai negara yang memiliki potensi luar biasa, Indonesia diharapkan mampu menjadi kekuatan ekonomi utama di Asia, dengan pemanfaatan sumber daya yang lebih optimal dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.

Rosan Roeslani Ditunjuk Sebagai CEO Danantara

Untuk memimpin institusi strategis ini, Prabowo mempercayakan posisi CEO kepada Rosan P. Roeslani, sosok yang sudah malang melintang di dunia bisnis dan pemerintahan. Dalam memimpin Danantara, Rosan didampingi oleh Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer dan Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer

Rosan yang juga sebagai Menteri Investasi ini, mengatakan , anantara akan berperan dalam optimalisasi aset BUMN serta melakukan investasi di berbagai sektor yang memiliki dampak positif, berkelanjutan, dan berkesinambungan.

Rosan menuturkan, bergabungnya BUMN ke Danantara akan bertahap. Pada tahap awal, ada tujuh BUMN yang sudah tergabung ke Danantara, yakni Bank Mandiri, Bank BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom Indonesia, dan MIND ID. “Dan memang kita akan coba tingkatkan, memang ada stage-stage-nya gitu ya,” ucap Rosan.

Menurut Rosan, nilai utama dari Danantara tidak hanya terletak pada pengelolaan aset yang mencapai sekitar 900 miliar dolar, tetapi lebih pada misinya sebagai instrumen pemerintah dalam meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Danantara ini bisa menjadi instrumen pemerintah dalam rangka meningkatkan dan juga mempercepat pertumbuhan perekonomian Indonesia yang berkelanjutan, yang berkesinambungan, dan juga yang inklusif,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *