EconomicHeadline News

Progres Pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi Semakin Baik

Pembangunan dua bendungan kering (dry dam) yakni Bendungan Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor hingga saat ini masih terus dikerjakan oleh Pemerintah. Bahkan progres pembangunannya semakin baik, seiring telah selesainya pembebasan lahan Bendungan Sukamahi  yang sudah 82,81% dan Bendungan Ciawi sebesar 78%.

Sementara itu, untuk  progres konstruksinya sebesar 24,43% untuk Bendungan Ciawi dan 21,13% untuk Bendungan Sukamahi.

Bendungan ini, gadang-gadang dapat meminimalisir kerentanan banjir di wilayah Jakarta.  Bukan hanya dapat mengurangi musibah klasik itu, namun kedua bendungan tersebut juga dapat difungsikan sebagai pemanfaatan konservasi air sekaligus untuk  mengembangkan pariwisata di wilayah Puncak, Jawa Barat.

Pembangunan kedua bendungan merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir (flood control) Jakarta yang sesuai kontak akan rampung tahun 2021, namun ditargetkan dapat selesai lebih cepat pada akhir tahun 2020.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah memerintahkan para pekerja untuk mengutamakan kehati-hatian.

“Saya minta pekerjaan dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena kontur tanah yang terjal. Pohon-pohon yang ada seperlunya saja ditebang, karena bisa menjadi bagian dari lansekap area bendungan. Sebagai dry dam, maka baru akan digenangi air jika intensitas hujan tinggi. Sementara saat musim kemarau bendungan ini kering,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai meninjau pembangunan Bendungan Ciawi di Bogor, Selasa (7/8/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Basuki didampingi oleh Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Ekonomi dan Investasi Muhammad Zainal Fatah, Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Menteri Basuki menjelaskan pengelakan sungai menjadi pekerjaan yang didahulukan, pasalnya setelah pekerjaan itu selesai,  para pekerja dapat menjalankan pekerjaan utama.

Menurut Menteri Basuki, pihaknya telah memasang target untuk penyelesaian pengelakan sungai tersebut. Untuk bendungan Sukamahi, pengelakan sungainya akan selesai pada akhir September 2019, sedangkan untuk bendungan Ciawi akan rampung pada pertengahan Oktober tahun ini.

Kedua bendungan tersebut nantinya dapat berfungsi menahan aliran air dari Gunung gede dan Gunung Pangrango sebelum tiba di Bendung Katulampa yang nanti mengalir ke sungai CIliwung. Dengan ditahannya aliran air tersebut, maka debit banjir yang masuk ke Jakarta akan berkurang.

Menteri Basuki telah menginstruksikan kepada seluruh pekerja untuk bekerja berdasarkan shift yang ditentukan. Ada tiga shift yang diberlakukan untuk mengerjakan bendungan ini  dan pemberalkuan shift itu untuk menjaga kualitas hasil kerja serta keselamatan pekerja.

Pembangunan Bendungan Ciawi dilakukan melalui kontrak tahun jamak dengan kontraktor PT Brantas Abipraya dan PT. Sacna. Kontrak tersebut ditandatangani pada 23 November 2016 dengan nilai kontrak mencapai Rp 798,7 miliar. Kapasitas tampung Bendungan Ciawi sebesar 6,45 juta m3 dan luas area genangan 31,96 hektar.

Sementara kontrak pembangunan Bendungan Sukamahi ditandatangani pada 20 Desember 2016 dengan kontraktor PTWijaya Karya-Basuki KSO senilai Rp 436,97 miliar. Volume tampungnya sebesar 1,68 juta m3 dan luas area genangan 5,23 ha. Saat ini progres konstruksi Bendungan Sukamahi sebesar 21,13%.

Pembangunan dua bendungan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Pusat untuk mengendalikan banjir mulai dari hulu hingga di hilir. Di hilir Jakarta dilakukan normalisasi Kali Ciliwung yang berlokasi di Jakarta Outer Ring Road (JORR) sampai Manggarai. BBWS Ciliwung Cisadane Ditjen SDA juga telah menyelesaikan penambahan pintu air Manggarai dan Karet, serta tengah menyelesaikan Sudetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close