CultureHeadline NewsTourism

Protokol Kesehatan dan Zonasi Wilayah Menjadi Standar Mutlak Geliat Wisata Kota Cirebon

Meningkatnya kasus penularan COVID-19 di Indonesia telah memukul industri pariwisata di berbagai daerah termasuk Kota Cirebon. Padahal, kota kecil yang terletak di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah pesisir pantura itu memiliki banyak destinasi wisata sejarah yang kental dengan nuansa religi dan menarik untuk disinggahi.

Sebut saja Keraton Kasepuhan Cirebon, salah satu destinasi wisata andalan yang memiliki nilai sejarah kota Cirebon. Keraton tersebut didirikan oleh Pangeran Mas Muhammad Arifin II, salah seorang cicit Sunan Gunung Jati pada tahun 1529. Akibat adanya pandemi COVID-19, keraton tersebut sempat ditutup.

Memasuki era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang aman COVID-19, pemangku kebijakan Kota Cirebon kemudian mulai membuka kembali Keraton Kasepuhan Cirebon dan memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Para pengunjung tetap dapat menjelajahi bangunan-bangunan sejarah khas kerajaan Cirebon dengan selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker selama berada di lingkungan keraton, menjaga jarak dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Sebelum memasuki area Keraton Kasepuhan, pengunjung diwajibkan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan, pengecekan suhu tubuh oleh petugas pun mutlak dilakukan.

Selama berkeliling, pengunjung dapat menyewa jasa pemandu wisata resmi dari pihak keraton. Dengan menggunakan pakaian adat lengkap khas Cirebon, para pemandu wisata ini akan memperkaya wawasan para pengunjung melalui kisah-kisah bersejarah dari setiap bangunan dan peninggalan yang ada.

Keraton dengan luas kurang lebih 10 Hektar itu telah dilengkapi dengan fasilitas cuci tangan di beberapa titik khusus bagi para pengunjung. Kawasan wisata area terbuka yang luas membuat para pengunjung dapat leluasa berwisata dengan tetap menjaga jarak aman dengan pengunjung yang lain.

Melalui penerapan protokol kesehatan yang baik, diharapkan geliat wisata di kota Cirebon akan kembali bangkit sebagai salah satu destinasi wisata yang aman dari COVID-19. (Sumber BNPB)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close