Headline NewsTourismTransportation

PT. Angkasa Pura Properti Tempuh Cara Baru Agar Tetap Eksis di Tengah Pandemi

Sudah 7 bulan pandemi Covid-19 melanda Indonesia, namun,  hingga saat ini belum ada yang dapat memastikan kapan pandemi  berakhir.  Berbagai jenis industri pun harus terkena dampak akibat wabah tersebut. Tidak bisa beroperasi  dan harus merumahkan karyawan, merupakan upaya yang mau tidak mau harus  ditempuh industri, termasuk industri penerbangan.

Bicara penerbangan, banyak unsur usaha lain yang ikut di dalamnya  seperti bandara. Jika industri penerbangan pun merasakan imbas dari pandemi, bandara pun juga ikut terseret. Namun, bagi PT. Angkasa Pura Properti kondisi itu tidak boleh dibiarkan harus ada cara baru agar bandara tetap eksis  dalam menjalankan operasionalnya.

“Ini semua menyadarkan semua pelaku usaha airlane, bandara, dan hotel untuk bersatu padu untuk menyatukan langkah untuk menyusum langkah-langkah baru seperti cara-cara baru yang memungkinkan industri ekosistem ini tumbuh bersama-sama jadi ini menjadi titik balik untuk meng setup ulang 1 ekosistem baru yang kedepan akan lebih bagus,’ kata Direktur Utama PT. Angkasa Pura Properti Pikri Ilham Kurniansyah saat menjadi narasumber dalam program Indonesia Aviation Forum yang ditayangkan EL JOHN TV. Program ini dipandu oleh Host Arista Atmadjati dan Co Host Bagas Soripada (Putra Kopi Indonesia 2019).

Pikri menjelaskan, PT Angkasa Pura Properti  pun menempuh cara baru tersebut.  Cara baru yang dilakukan harus dikoordinasikan dengan unsur-unsur lainnya yang terkait dengan dunia penerbangan seperti hotel, travel agent, bandara dan destinasi

“Kita juga sudah melakukan campaign dengan beberapa pelaku usaha dari untuk menentukan langkah dan cara baru di tengah pandemic ini yang menunjukan untuk membuat ekosistem baru di tengah pandemic, bahwa di tengah pandemic ini kita tidak bisa hidup dan usaha masing masing,” ujar Pikri yang juga pengamat penerbangan ini.

 

Menurut Pikri, promosi menjadi bagian yang dilakukan PT. Angkasa Pura Properti  kepada pengguna pesawat terbang. Promosi yang dilakukan yakni meyakini masyarakat bahwa naik pesawat itu aman dan sehat di tengah pandemi Covid-19, dengan menerapkan protokol kesehatan.  Hal ini merupakan salah satu upaya PT. Angkasa Pura dalam mendukung program Pemerintah  dalam melawan virus yang mudah menular itu.

“Kita juga mendesain bandara yang lama dengan desain yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan contoh nya dari antrian para penumpang dengan menerapkan jaga jarak, kita juga malakukan penyaringan sirkulasi udara di dalam bandara dan pesawat agar semua penumpang aman,selamat dan tentunya sehat dalam melakukan penerbangan,” ungkap Pikri.

Sementara itu terkait karyawan bandara, Pikri menyebut perlindungan terhadap karyawan menjadi salah satu prioritas agar tetap sehat dalam menjalankan tugasnya.  Setiap karyawan diwajibkan selalu menerapkan protokol kesehatan agar tak menimbulkan  resiko saat melayani calon penumpang.

“Untuk sekarang kegiatan bandara menyesuaikan dengan trafic  dari kepadatan dan maupun jam operasional yang ada,  Dan proteksi kepada karyawan sangat penting sekali seperti perawatan peralatan pekerjaan mereka seperti selalu menggunakan masker, selalu cuci tangan dan  setiap karyawan setidaknya di berikan kaca pembatasan dengan jarak minimal 1 meeter antara pekerja yang lain nya. Dan kami juga memberikan vitamin kepada agar para karyawan imun dalam tubuh nya kuat dan terjaga kesehatannya,” terang Pikri

Lebih lanjut, Pikri melihat bahwa sektor pariwisata menjadi sektor yang banyak diminati masyarakat di saat pandemi ini berakhir. Hal itu terlihat dari beberapa survey yang menyebutkan berwisata bukan lagi kebutuhan sekunder namun sudah menjadi kebutuhan primer, apalagi rindu untuk beriwisata sudah sangat dirasakan masyarakat yang harus tertahan akibat pandemi ini.

Pikri memprediksi grafik orang berwisata pasca pandemi akan melonjak tajam dan akan menjadi angin segar bagi industri pariwisata.

“Jadi ini prediksi kami seperti contoh kasus sars di tahun 2003 di tahun 2004 peningkatan trend yang sangat tinggi sekali karena selama 1 tahun orang terlambat perjalanannya, dan ini akan terulang kembali terjadi di Indonesia, ketika pandemic selesai maka trafic akan meningkat melompat karena kerinduan orang yang sudah lama untuk berpergian berwisata sudah di nanti cukup lama,”  turut Pikri.

“Hingga saat ini memang tak ada yang tahu kapan pandemi akan berakhir. Meski begitu, berbagai sektor ekonomi dan industri mulai memikirkan fase era normal baru (new normal) pasca pandemi. Tak terkecuali sektor transportasi yang cukup terdampak dengan kondisi ini,” tambahnya.

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close