Economic

PT Eragano Bantu Permodalan Petani Kentang Cikajang

Kelompok tani Mekar Harapan Barokah, yang diketuai oleh Dadang Suhendar warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, melakukan panen kentang, Selasa (9/4/2019).

Penanaman kentang di lahan 3 hektare ini merupakan bantuan dari PT Eragano, mulai dari permodalan biaya produksi, tenaga kerja hingga hasil panen yang kembali ditampung perusahaan tersebut.

Dadang Suhendar menjelaskan, total bantuan permodalan yang diberikan PT Eragano dalam penanaman kentang ini mencapai Rp 24 juta per orang. Dan kelompoknya yang mendapat bantuan sebanyak 12 orang petani.

” Terlebih dahulu kami ucapkan terimakasih kepada PT Eragano yang mana, PT Eragano bagi kami sebagai malaikat penolong lah. Yang tadinya petani tidak bisa bertani secara maksimal sekarang bisa dengan fasilitas yang maksimal,” kata Dadang.

Dadang yang sering disapa Uday mengaku dengan kerjasama ini, PT Eragano banyak memberikan transfer ilmu dan teknologi yang baru. Dengan begitu, petani mendapatkan pengalaman baru.

” Kami ucapan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada staff direksi, ibu Stevani dan jajarannya yang mana dia bisa memberikan bentuk kerjasama yang begitu berharga bagi petani di kalangan bawah di sini sebagai penerima manfaat,” tegasnya.

” Walaupun kami belum sepenuhunya bisa memberikan yang tebaik bagi Eragano, mudah-mudahan tahap kedua kalau ada kepercayaan lagi mungkin kami bisa lebih baik, lebih konsen lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Ina Karlina pendamping dari PT Eragano menjelaskan, bahwa di sini PT Eragano merupakan perusahaan yang bergerak dalam Social Enterprise yang bergerak di bidang agrobisnis tapi lebih kepada sosial bukan Profit oriented.

Kerjasama dengan kelompok tani Mekar Harapan Barokah ini, menurutnya merupakan yang pertama kalinya di bidang penanaman kentang untuk Kabupaten Garut.

Pihaknya menyalurkan bantuan permodalam sebesar Rp 24 juta per orang mulai dari penyaluran bibit, penyaluran pupuk, obat-obatan (pestisida herbisida), upah tenaga kerja dan juga pelatihan (pendampingan). Selain itu hasil panennya pun kembali dibeli.

” Hasilnya dijual lagi ke kita dan disalurkan ke pembeli kentang yang lain dengan harpaan harganya lebih mahal dari harga pasar yang sekarang,” katanya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close