CultureTourismTravel

Pusat Kebudayaan Tradisional akan Hadir di 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemprov akan membangn pusat-pusat kebudayaan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Pembangunan sarana budaya ini juga akan menjadi sarana untuk memperkenalkan angklung sebagai warisan budaya dunia kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat.

“Pusat- pusat budaya akan kita kembangkan, jadi seperti kalau di Bandung ada Saung Sngklung Udjo. Nanti di 27 Kota/ Kabupaten akan juga diperkenalkan angklung seperti di Udjo,” kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini.

Emil berencana, akan memanfaatkan lahan- lahan di Jawa Barat, yang tidak memiliki fungsi sosial, untuk ditanami bambu sebagai bahan pembuatan alat musik tradisional, khususnya angklung.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara Angklung’s Day ke-9 yang di selenggarakan di di halaman Gedung Sate Bandung, Minggu (18/11/18). Kegiatan ini juga sukses memecahkan rekor pemain angklung terbanyak dari  RHR (Record Holders Republic).

Sesuai tema angklung’s day tahun ini, yaitu from local to global, ” Peringatan hari angklung sedunia menjadi perwujudan kepedulian rakyat Jawa Barat dalam upaya pelestarian dan “ngamumule” salah satu budaya dan seni sunda, yaitu angklung.

Dimana pengakuan angklung mencapai puncaknya ketika angklung ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia (world intangible heritage) oleh UNESCO pada tanggal 16 November 2010. Sehingga, kegiatan angklung’s day merupakan salah satu agenda agar angklung tetap terjaga, terpelihara, teregenerasikan dan terpromosikan  secara luas baik lokal, nasional maupun internasional.

“Keempat poin tersebut merupakan syarat mutlak dari UNESCO jika angklung ingin tetap menjadi warisan budaya tak benda dunia,” katanya.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close