Headline NewsLifestyle

Putri Pariwisata Nusantara 2021 Jadikan Lebaran Sebagai Momentum Perkuat Silaturahmi

Lebaran menjadi momen yang paling ditunggu umat Islam,  tak hanya di Indonesia namun juga di belahan dunia. Pasalnya di  hari Raya Idul Fitri itu, umat Islam merayakan kemenangan setelah satu  bulan penuh menjalani puasa.

Kemenangan  yang dirayakannya pun beraneka ragam, apalagi di Indonesia yang terkenal  dengan kekayaan budayanya yang membuat  perayaan Idul Fitri  menjadi sebuah tradisi yang unik dan menarik. Keriuhan tradisi hari raya idul fitri menjadi salah satu hal yang paling dirindukan. Namun pada  umumnya  kumpul bersama keluarga adalah tradisi yang tidak boleh ditinggalkan.

Hal itulah yang juga dilakukan Putri Pariwisata Nusantara 2021 Afida Salsabila Azzahra. Kepada tim liputan travel Club,  Wanita cantik kelahiran Blitar Jawa Timur menceritakan aktivitasnya  saat hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Keseruan aktivitas inilah yang ditunggu Afida.  Aktivitas diawali dengan membersihkan  rumah dan mendekorasinya agar rumah tampak indah menyambut Idul Fitri. Aktivitas membersihkan rumah ini dilakukan pada H-2 atau H-1 Lebaran. Selain itu, Afida juga membantu sang bunda untuk membuat kue serta makanan khas lebaran.

“Jadi mendekati lebaran itu adalah  momen repot-reportnya, bikin kue, masak. Makanya lebaran itu momen yang spesial banget, karena itu tadi kita bisa rasain bisa masak bareng dan makan juga bareng-bareng. Di sini biasanya kan opor ayam, ketupat ada makanan daerah juga dan nasi pecel,” kata Afidah saat diwawancarai tim liputan EL JOHN News, Selasa (11/5/2021).

Setiap tahunnya Afida dan keluarga tak pernah ketinggalan untuk solat ied bersama dengan kedua orang tua dan  setelah itu,  dilanjutkan dengan makan bersama dengan makanan khas lebaran, utamanya opor ayam yang menjadi kesukaan Afida.  Setelah makan bersama selesai dan bersilaturahmi dengan tetangga, Afida bersama orangtua dan kakak tercinta mengunjungi rumah nenek untuk berlebaran.

Afida menyebut aktivitas yang dilakukan saat hari lebaran,  tetap menerapkan  protokol kesehatan apalagi saat menerima tamu yang datang ke rumah maupun saat bersilaturahmi ke rumah nenek.

“Kalau protokol kesehatan yang pasti, kita memakai masker meskipun ke saudara sendiri, yang kedua kita harus sedia hand sanitizer, karena terkadang kita harus berjabat tangan dan tidak tau kondisinya seperti apa, kan kita tidak enak kalo menolaknya jika  tiba-tiba ada orang yang ngajakin kita salaman. Jadi untuk Afida sendiri selalu jaga-jaga hand sanitizer di dalam tas,” ujar Afida.

Menurut Afida makna lebaran adalah mempererat silaturahmi, karena itu Afida tak penah putus menjalin silaturahmi saat Hari Raya Idul Fitri.

“Kalau makna lebaran bagi Afida sendiri, di mana kita silaturahmi menjalin silaturahmi lebih erat lagi, saling maaf memaafkan, terus ajang untuk berkumpul keluarga itu di momen Lebaran ini menjadi yang spesial karena kan kita sibuk kerja, sibuk kegiatan dan di momen lebaran ini kita bisa kumpul jadi satu. Momen kekeluargaan yang paling erat itu ya di Lebaran ini,” ungkap Afida.

Afida mengatakan,   karena masih di tengah pandemi, silaturahmi tidak harus dilakukan secara tatap muka, namun bisa memanfaatkan teknologi virtual untuk mengucapkan selamat lebaran.

Hal serupa juga dilakukan Galih Yoga Saputro (Putra Pariwisata Nusantara 2021) dalam menjalankan aktivitas jelang lebaran dan saat lebaran. Galih merasa  bersyukur di lebaran tahun ini, masih dapat membantu sang bunda menyiapkan kebutuhan Lebaran, mulai dari membantu membuat kue hingga membeli daging sapi.

“Untuk tahun ini, jelang lebaran saya bersyukur karena bisa bersama Ibu siap-siap untuk beli kebutuhan hari raya, seperti daging sapi, ayam, dan tentunya kue-kue lebaran untuk disuguhkan di rumah. Saat lebaran nanti, biasanya akan kumpul bersama di rumah keluarga Ibu dan Ayah yang paling tua, kemudian silaturahmi dan saling maaf-maafan,” kata Galih

“Namun karena masih dalam masa pandemi, mungkin hanya berkunjung ke keluarga terdekat saja. Momen lebaran ini memang momen hangat keluarga yang tidak akan terasa sama tanpa keluarga di sisi saya. Jadi momen lebaran adalah momen keluarga,” tambahnya.

Galih menyebut lebaran memilki makna sangat berarti bagi orang yang telah menjalani puasa satu bulan penuh. Mereka yang telah berpuasa menjadi lebaran sebagai hari kemenangan yang patut dirayakan bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

Menurut saya, makna lebaran adalah momen selebrasi yang hangat bersama orang-orang tercinta. Momen lebaran adalah momen dimana semua orang, bahkan yang tidak merayakan, juga ikut bermaaf-maafan karena budaya yang sudah ada di masyarakat. Momen tersebut dan segala kebahagiaan hari raya umat muslim bersama keluarga dan orang-orang di sekitar kita, adalah makna lebaran bagi saya,” ujar pemuda  tampan kelahiran  30 Juli 1997 ini.

Galih berharap lebaran tahun  ini menjadi lebaran terakhir di tengah pandemi Covid-19 agar lebaran tahun berikutnya, masyarakat dapat merayakan dengan normal.

“Saya berharap semoga bumi ini segera diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Melihat pandemi yang masih berlangsung, virus yang bermutasi, potensi penularan yang semakin tinggi, serta banyaknya masyarakat kurang mampu yang terbengkalai karena masalah birokrasi, membuat saya prihatin dan bersedih karena momen lebaran tentu akan terasa berbeda. Kesehatan dan kebahagiaan adalah dua hal yang tidak bisa kita beli dengan materi. That is why I’m wishing all beautiful happiness and health for all of us next year. Aamiin,” ucap Galih. (Sigit)

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close