Headline NewsInvestmentTourism

Raup Rp8 Triliun, Gubernur Sulut Terus Tawarkan Likupang Kepada Investor

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus menawarkan Likupang kepada para investor. Saat ini, salah satu destinasi super prioritas ini  telah mengumpulkan nilai investasi sebesar Rp8 triliun.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, saat diwawancari tim EL JOHN tv di booth El JOHN TV pada acara Rakornas III Kementerian Pariwisata, beberapa waktu lalu.

Olly menyebut, pihaknya selalu memberikan kemudahan bagi para investor agar dapat menanamkan modalnya di Likupang.

“Tentu investor yang masuk ke sana diberikan fasilitas yang sangat baik dalam tax-taxnya, sehingga mereka mau membangun hotel dan lain-lain. Di Likupang sekarang sudah ada lapangan golf, sudah ada hotel tinggal pengembangannya. Total investasinya yang sudah mulai ini, sekitar  ada 8 triliun lebih di tahun depan,” kata Olly.

Olly berharap Pemerintah Pusat memberikan mendukung penuh untuk  pengembangan Likupang. Selain itu, regulasi dari Pemerintah Pusat juga dapat disederhanakan agar dapat lebih banyak lagi menarik investor membangun usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata ini.

“Tantangan bagi kita adalah regulasi dan dukungan Pemerintah Pusat. Harus betul-betul mendukung penuh program ini. Kalau tidak didukung penuh dan tidak diberikan regulasi yang mempermudah segala sesuatu,” ujar Olly.

Lebih lanjut Olly menjelaskan, saat ini sedang dibangun infrastruktur jalan tol yang menghubungkan Bandara dan Likupang. Rencananya pembangunan jalan tol ini, akan rampung pada tahun depan. Dengan jalan tol ini, wisatawan hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke Likupang.

“Bandara sampai Likupang bisa 30 menit sudah sampai jadi wisatawan tidak terlalu capek di perjalanan. Jalannya sudah jadi, tahun depan seluruhnya jadi sepenuhnya. Jadi jika wisatawan mau ke Likupang tinggal lurus saja 30km sudah sampai” ungkap Olly.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close