EconomicHeadline News

RPN Berupaya Tingkatkan Konsumsi Karet di Dalam Negeri

Direktur of  Research  for Development PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Dr.Ir.Gede Wibawa mengatakan beberapa bulan belakangan ini, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) sedang memperhatikan penggunaan karet. Pasalnya nilai ekspor karet saat ini lebih tinggi,  di tengah murahnya biaya karet di tingkat global dan masih rendahnya konsumsi karet di dalam negeri.  Saat ini, konsumsi karet di Indonesia hanya 17 persen dan RPN berupaya untuk meningkatkan serapan tersebut.

“RPN akan ikut meningkatkan serapan karet dalam negeri melalui kontribusi penyediaan teknologi hilir karet.,” kata Gede Wibawa saat menjadi pembicara  dalam program Business and Invesment Forum, yang ditayangkan di channel 21 Nin Media, You Tube dan aplikasi Kugo. Program dialog ini pandu oleh Priska Aryani (Purti Pariwisata Sulbar 2018) yang dilangsungkan di Studio EL JOHN TV di Neo Capital lantai 40, S.Parman, Jakarta.

Gede menjelaskan dari 17 persen konsumsi karet di dalam negeri, 70 persen di antaranya digunakan untuk pembuatan ban  dan sisanya untuk vulkanisir ban dan bantalan ban yang digunakan untuk membangun infrastruktur.

Untuk penggunaan karet sebagai bantalan ban, menurut Gede   hal  tersebut berpotensi untuk menaikkan konsumsi karet dalam negeri. Pasalnya ke depan  banyak proyek infrastruktur yang akan dikerjakan Pemerintah.    Selain itu, kebijakan Pemerintah yang menginginkan karet digunakan sebagai campuran aspal juga  menjadi faktor untuk mendongkrak penggunaan karet di tingkat nasional.

Tak berhenti di situ, upaya lain yang akan digenjot RPN adalah menggunakan teknologi kanal blocking. “Dimana kanal blocking itu kami buat bahannya dari karet alam itu mengganti kayu. Kalau kayu untuk kanal blocking itu bisa bertahan satu sampai satu setengah tahun saja  sudah lama tapi kanal blocking dari karet itu bisa bertahan sekitar 5 sampai 6 tahun. Nah ini sedang kami promosikan untuk bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah maupun oleh dunia usaha yang memang kebun-kebunnya itu berada di wilayah gambut misalnya untuk menata airnya,” ujar Gede.

Gede optimis dengan upaya-upaya yang dilakukan RPN  tersebut, akan tercipta keseimbangan  konsumsi karet untuk dalam negeri maupun luar negeri.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close