Headline NewsTechTechnology

Saingi Youtube, Facebook Luncurkan Layanan Video On-Demand secara Global

Menuai hasil yang positif di Amerika Serikat, akhirnya Facebook meluncurkan layanan video on-demand yang dinamakan Facebook Wach secara global. Di negeri paman sam itu, layanan video ini sudah berjalan satu tahun, dan perkembangannya cukup baik.

“Setiap bulan lebih dari 50 juta orang di AS datang untuk menonton video selama setidaknya satu menit di Watch, dan total waktu yang dihabiskan menonton video di Facebook Watch telah meningkat 14 kali sejak awal 2018,” kata Kepala Video Facebook Fidji Simo dilansir dari Reurters.

Facebook bahkan telah mencoba port broadcasting. Major League Baseball sendiri setuju untuk menayangkan 25 pertandingan musim reguler di Facebook Watch secara eksklusif musim ini. Layanan ini, disebut-sebut sebagai pesaing Youtube.

Perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut, juga berencana untuk mengizinkan adanya jeda iklan dalam video, seperti yang diterapkan oleh Youtube. Untuk saat ini, hanya beberapa pembuat video terpilih yang mampu melakukan hal itu. Pembagian pendapatannya yakni sebesar 55% untuk pembuat konten video, serta 45% untuk pihak Facebook.

Layanan iklan yang digunakan yakni dari iklan Ad Breaks di Inggris, Irlandia, Australia dan Selandia Baru, serta Amerika Serikat yang sudah dimulai pada hari ini,  Kamis (29/8). Tentu, kedepan akan lebih banyak lagi negara yang jadi penyedia iklan untuk fitur  baru facebook ini

Untuk dapat berpartisipasi dalam Ad Breaks, penanyang perlu membuat video berdurasi tiga menit yang menghasilkan 30.000 tayangan dalam dua bulan, dan harus memiliki 10.000 pengikut.

Simo mengatakan Facebook sedang mengerjakan berbagai opsi lain bagi para pembuat konten untuk menghasilkan uang, seperti konten bermerek dan kemampuan bagi penggemar untuk secara langsung mendukung para pembuat konten favorit mereka melalui langganan.

“(Penggemar berlangganan) adalah sesuatu yang saat ini telah diluncurkan ke sejumlah pembuat konten, namun kami berencana segera memperluas program itu,” ujar Simo,

Facebook akan melakukan uji coba untuk pengguna di Inggris, Amerika, Irlandia, Australia, dan Selandia Baru. Pembagian pendapatannya yakni sebesar 55% untuk pembuat konten video, serta 45% untuk pihak Facebook.

Facebook mengatakan negara lain yang menyusul, termasuk Perancis, Jerman, Norwegia, Meksiko, dan Thailand pada bulan September.

Facebook mengklaim bahwa aplikasi ini memiliki manfaat yang baik, yakni membantu pemirsa untuk berinterakssi dengan pengguna lain

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close