DestinationHeadline NewsTourism

Sandiaga Akan Kembangkan Masjid Istiqlal Sebagai Destinasi Wisata Halal

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan Masjid Istiqlal memiliki potensi yang kuat untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Oleh karena itu, keberadaan masjid yang dibangun pada tahun 1961 ini harus dikembangkan sebagai destinasi wisata religi.

Pengembangan masjid  ini sebelumnya sudah dibuat dalam bentuk MoU antara Kemenparekraf dengan pihak Masjid Istiqlal. Dengan MoU itu, maka pengembangan harus sesuai konsep yang disepakati. Dengan pengembangan  secara berkolaborasi diyakini Sandiaga, dapat mendongkrak kedatangan wiseman.

“Masjid Istiqlal punya kekuatan tersendiri karena masjid ini sudah menjadi ikon Indonesia. Kemudian, kepala negara yang berkunjung ke Indonesia kerap diarahkan oleh Kementerian Luar Negeri untuk pergi ke Istiqlal,” ujar Sandiaga dalam media briefing pada Senin, 10 Mei 2021.

Sandiaga mengungkapkan, Pemerintah berencana akan menambah sejumlah infrastruktur dan fasilitas lainnya yang dapat memudahkan pengunjung mengakses destinasi  wisata halal. Bukan destinasinya saja, namun unsur pendukung lainnya seperti rumah makan juga menjadi target pemerintah untuk dikembangkan,

 “Rencana untuk menambah muslim friendly tourism ada. Saat ini kita masih berdiskusi bersama para pemangku kepentingan tentang pariwisata halal,” ujar Sandiaga.

Seperti diketahui Masjid Istiqlal di Sawah Besar, Jakarta Pusat, telah selesai direnovasi dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 7 Januari 2021 lalu.

 Renovasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak masjid itu dibangun 42 tahun silam. Anggaran renovasi mencapai Rp 511 miliar, seluruhnya diambil dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Adapun pekerjaan renovasi Masjid Istiqlal mencakup penataan kawasan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, mechanical electrical plumbing (MEP), pekerjaan interior dan signage. Pada penataan kawasan meliputi pengembalian Axis Monas dan perapihan zona kawasan, perbaikan gerbang, penambahan plaza-plaza sebagai ruang publik, perbaikan riverfront sepanjang sungai, penambahan gedung parkir lapis 2, perbaikan kantin, dan penambahan area PKL.

Kemudian, ruang parkir dialihfungsikan sebagai taman hijau dan area publik. Bahkan, di sisi sungai disediakan amphitheater untuk berbagai kegiatan pendukung. Lalu, pekerjaan arsitektur mencakup fasad, lantai, dinding, kusen, jendela, pintu, ruang wudhu, toilet dan kamar mandi.

Sedangkan pekerjaan MEP meliputi perbaikan sistem MEP keseluruhan bangunan, instalasi solar panel pada atap selasar, dan perbaikan tata pencahayaan interior dan eksterior dan pekerjaan signage meliputi pergantian signage gerbang, ruang luar dan interior.

 Sementara untuk pekerjaan interior renovasi Masjid Istiqlal berupa ruang shalat utama, area VIP, serta perkantoran pengurus masjid.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close