Sandiaga Canangkan Pulau Bidadari Sebagai Destinasi Digital Jakarta

Revitalisasi Pulau Bidadari resmi dimulai, setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno melakukan soft launching revitaliasi Pulau Bidadari, Kabupaten Kepulauan Seribu, pada Sabtu, 21 April 2018. Kesempat ini juga dijadikan orang nomer dua di DKI Jakarta untuk mencanangkan Pulau Bidadari sebagai destinasi digital pertama milik DKI Jakarta.
“Ya hari ini, kita soft launching revitalisasi Pulau Bidadari dengan menghadirkan konsep baru yaitu The Soul of Batavia,” kata Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno saat meresmikan pencanangan di Pulau Bidadari, Sabtu, 21 April 2018.
Sandiaga mengatakan revitalisasi harus meliputi semua unsur, bukan hanya banyak dengan resort maupun penginapan lainnya, namun juga harus lengkap dengan konektivitas internet. Fiber optic yang hasil efektif dan efisien harus dibangun di semua lini Pulau Bidadari, agar ada kenyamanan wisatawan saat beraktivitas dengan jaringan internet.
Pengerjaannya dilakukan PT Seabreez Indonesia, anak perusahaan PT Pembangunan Jaya Ancol. Dengan alokasi anggaran Rp 15 miliar, nantinya Pulau Bidadari akan dikelola PT Pembangunan Jaya Ancol.
Sandiaga menerangkan, saat ini fiber optik telah dibangun mengelilingi Pulau Bidadari. Sejumlah spot wifi telah terpasang di pulau yang menjadi benteng pertahanan tentara Belanda ini.
“Jadi di sini ada tempat yang instagramable. Selain ada benteng Mortello, juga ada pohon jodoh. Di Pulau Untung Jawa ada pohon pengantin, di Pulau Tidung ada jembatan cinta, di Pulau Pari ada pantai pasir perawan dan di Pulau Sebira ada pohon galau. Semua tentang cinta-cintaan. Jadi ini adalah Island of love yang dicanangkan Pak Bupati,” terangnya.
The Soul of Batavia akan diterjemahkan dengan membangun kampung Betawi tempo dulu. Ketika wisatawan ke pulau ini, akan merasakan sejarah Betawi tempo dulu. Ada benteng dan rumah betawi yang bernuansa hijau lengkap dengan ornamen khas Betawi.
“Bangunan ini sangat ramah lingkungan. Karena kayu yang dipakai adalah kayu dari cottage lama yang di daur ulang kemudian digunakan kembali untuk pembangunan sekarang. Jadi tidak ada yang terbuang dan menambah limbah,” jelasnya. (Sumber Berita Satu)

