Segarang Apa Kapal Induk Giuseppe Garibaldi? Ini Spesifikasi dan Daya Tempurnya!

Kapal Giuseppe Garibaldi sedang memulai pelayaran dari pangkalan Angkatan Laut Italia (Foto: tangkapan layar Youtube GL News)
El John News, Jakarta-Indonesia bersiap memasuki fase baru dalam pembangunan kekuatan pertahanan laut. Kapal induk ringan milik Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, dikabarkan telah berada di tahap akhir proses pengalihan dan direncanakan akan diterima melalui skema hibah pertahanan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kapal tersebut akan menjadi kapal induk pertama yang dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut. Momentum penerimaan bahkan disebut-sebut ditargetkan sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober mendatang.
Langkah ini dinilai bukan sekadar penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista), melainkan bagian dari transformasi besar doktrin pertahanan maritim Indonesia. Dengan kehadiran kapal induk, kemampuan TNI AL berpotensi meningkat dari sekadar menjaga wilayah perairan nasional menjadi kekuatan dengan kapasitas proyeksi maritim jarak jauh.
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan berkonsep STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing) yang mulai aktif sejak pertengahan 1980-an. Selama lebih dari tiga dekade, kapal ini menjadi salah satu elemen utama kekuatan proyeksi militer Italia dalam berbagai operasi, baik tempur maupun misi kemanusiaan di kawasan Balkan, Timur Tengah, hingga Afrika.
Secara teknis, kapal ini memiliki bobot penuh sekitar 13.800 ton dengan panjang kurang lebih 180 meter. Sistem propulsi COGAG (Combined Gas and Gas) memungkinkannya melaju hingga lebih dari 30 knot. Kapal ini diawaki sekitar 550 personel, belum termasuk kru wing udara.
Di atas geladaknya, Garibaldi mampu mengoperasikan hingga 16 pesawat tempur AV-8B Harrier II atau kombinasi pesawat STOVL dan sekitar 18 helikopter. Konfigurasi tersebut menjadi keunggulan tersendiri karena tidak membutuhkan landasan pacu panjang—sebuah aspek yang relevan bagi negara kepulauan seperti Indonesia.
Dari sisi persenjataan, kapal ini dibekali sistem rudal pertahanan udara Aspide, meriam anti-udara Oto Melara kaliber 40 mm, serta perangkat peperangan anti-kapal selam (ASW). Sistem radar dan manajemen tempur berstandar NATO yang terpasang memungkinkan integrasi dalam operasi gabungan serta pengendalian misi secara komprehensif.
Dengan kemampuan udara, laut, dan bawah laut yang terintegrasi, Giuseppe Garibaldi berfungsi tidak hanya sebagai pangkalan udara terapung, tetapi juga sebagai pusat komando yang dapat bertahan di lingkungan konflik multidimensi.
Apabila resmi bergabung dalam jajaran TNI AL, kehadiran kapal induk ini diyakini akan menjadi simbol lompatan strategis Indonesia dalam memperkuat postur pertahanan maritim di kawasan.
