Headline NewsHealthy Life

Serius Tekan Kasus Baru Covid-19, Pemkot Ambon Lakukan Sosialisasi di Awal Tahun

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menunjukan komitmennya dalam menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Ambon. Hal itu itu dibuktikan dengan melakukan sosialisasi tentang bahaya virus yang mudah menular ini.

Sosialisasi ini dilakukan langsung oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy yang didampingi Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler dan Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru serta beberapa pimpinan OPD pada Jumat (1/01/2021), di beberapa lokasi kuliner malam di Kota Ambon.

Dalam Sosialisasinya, Walikota menjelaskan kepada pelaku usaha kuliner mengenai dampaknya jika tidak mematuhi aturan Pemkot mengenai pembatasan jam operasional usaha-usaha kuliner di Kota Ambon

 “Sesuai aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemkot Ambon, bahwa untuk kuliner malam dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 23.00 WIT. Kedapatan, masih banyak pedagang yang berjualan hingga melewati batas jam yang ditentukan. Untuk malam ini, kita masih memberikan teguran secara lisan, namun pemberlakuan sanksi akan dilakukan mulai hari senin mendatang,” jelas Walikota.

Menurut Walikota, aturan yang dibuat harus tegas dan wajib dipatuhi para pelaku usaha, pasalnya kasus barus Covid-19 di Kota Ambon cenderung meningkat. Jika tidak ada ketegasan dikhawatirkan kasus akan terus membengkaknya  dan dapat berdampak pada pelayanan kesehatannya. Keseriusan Pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus ini harus ditunjukan agar semua masyarakat dapat melaksanakan aturan tersebut dengan  benar.

“Kota Ambon untuk meningkat ke zona kuning saja, mengalami kesulitan.Untuk itu kita harus terus berupaya untuk tidak lagi masuk ke zona merah,” ungkap Walikota.

Karena itu, kata Walikota, di hari pertama tahun 2021, Pemkot kembali perketat seluruh pengawasan terhadap potensi penyebaran yang menimbulkan klaster baru.

“Antara lain dengan mengawasi kuliner malam seperti sekarang. Kita tetap memberi ruang bagi masyarakat untuk berjualan, tapi dengan menaati aturan yang sudah ditentukan,” imbuh Walikota.

Walikota meminta masyarakat untuk bekerjasama dengan mematuhi aturan yang dibuat Pemerintah. Karena jika kasus baru Covid-19 terus membengkak akan mengeluarkan biaya yang tidak murah. Selain itu, bagi masyarakat yang terpapar virus ini akan membuang waktu dengan melakukan isolasi mandiri dan juga tidak mudah untuk melakukan isolasi mandiri tersebut. Masyarakat diharapkan dapat berkomitmen membantu Pemerintah dalam mengatasi pandemi ini, salah satu caranya dengan patuhi aturan.

 “Untuk penanganan seorang pasien terkonfirmasi, dibutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah. Kalau masyarakat mau bekerjasama dengan Pemerintah untuk mengatasi hal ini, maka anggaran tersebut dapat dipakai untuk kepentingan lain bagi masyarakat,” demikian kata Walikota.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close