CultureDestinationHeadline NewsTourism

Setelah Buleleng, Peserta Sail Sabang 2017 Dimanjakan Dengan Keindahan Tanjung Kelayang

Peserta Sail Indonesia 2017 benar-benar dimanjakan oleh destinasi wisata di Indonesia. Setelah terhipnotis oleh keindahan Buleleng, Bali Utara pada 14-18 September 2017, giliran pesona bahari di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung yang menyapa 40 yatch, Sabtu, 30 September 2017. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Australia, Swedia, Amerika, Inggris, Kanada, Jepang, Virgin Island, New Caledonia, Perancis, Norwegia dan Polandia, semua ikutan nimbrung di even ini.

Para peserta Sail Indonesia 2017 yang digelar 28 November hingga 7 Desember 2017  itu terpukau dengan keindahan  Pantai Tanjung Kelayang.  Halus dan putihnya pasir pantai merupakan salah satu objek yang berhasil membuat  puluhan yatcher tak lepas untuk bermain di pasir ini. Tak hanya itu, Batu granit yang berdiri tegak juga menggoda para Yatcher.

“Belitung sangat oke. Dari pasir putih, batur granit raksasa, terumbu karang, semuanya kelas dunia. Di situ juga ada Pantai Laskar Pelangi dan Tanjung Kelayang yang sedang dibangun menjadi ’10 Bali Baru’. Semuanya indah. Nggak kalah dari Phuket,” terang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, Minggu (1/10).

Keseruan selama perjalanan menuju Sabang yang menjadi pusat event Sail Sabang 2017 seperti tidak matinya. Itu semua karena keindahan destinasi wisata yang dimiliki negeri ini. Bahkan selama perjalanan dijadikan cerita menarik dan kenangan yang tak terlupakan oleh para Yatcher. Panorama yang indah, budaya yang multikultur, sampai alam bawah lautnya yang selalu juara dunia, menyatu jadi satu. Dan episode seperti ini, akan terus berlanjut hingga memasuki tahap akhir di Sail Sabang Aceh.

“Target yacht yang hadir di Belitung 2017 sebanyak 87 yacht. Per Sabtu, 30 September, yacht yang bersandar sudah 40 kapal. Di Belitung nantinya akan diintegrasikan dengan pelaksanaan Sail Indonesia/Rally Yatch dan Wonderful Sail 2 Indonesia 2017 yang telah mendapat dukungan dari seluruh komponen masyarakat Belitung,” tambah Esthy.

Penasehat Menteri Pariwisata bidang Marine Tourism, Laksamana (Purn) Marsetio ikut  membocorkan keseruan  para yatcher selama di Belitung. Di Belitung, semua disambut bak raja. Semua dihibur dengan tarian tradisional dan makan bersama dengan tradisi makan bedulang. “Makannya rame-rame. Satu tampah untuk empat  orang. Ternyata para peserta sangat interest,” kata Marsetio.

Malam harinya, semua kembali disambut gala dinner yang berkesan. Sambil makan malam, seluruh peserta sail disuguhkan dengan budaya Belitung yang sangat oke.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ikutan sumringah. Pengakuan-pengakuan seperti tadi, menurutnya, makin menegaskan bahwa Indonesia itu adalah destinasi wisata kelas dunia. “Belitung itu sangat indah. Budaya, kuliner, alam, bahari, semuanya world class,” ujar Menpar.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button