BusinessEconomicHeadline NewsTourismTravel

Singapura Sasar Investasi di Tiga Destinasi Prioritas

Singapura kembali membuktikan dirinya sebagai partner Indonesia dalam bidang Investasi. Kali ini negeri singa itu akan  menyasar investasi di tiga lokasi wisata dari 10 destinasi wisata yang diprioritaskan oleh pemerintah Indonesia.

Ketiga lokasi wisata tersebut adalah Danau Toba di Sumatra Utara, Candi Borobudur dan Prambanan di Jawa Tengah, dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat. “Dari 10 destinasi yang ditawarkan, mereka tertarik dan ingin fokus ketiga destinasi itu,” ujar Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya.

Ngurah menuturkan investor asal Singapura saat ini menempatkan Indonesia sebagai negara pertama tujuan investasi. Investor Singapura mengincar pasar Indonesia yang merupakan pasar terbesar Asean.

Ngurah menjabarkan investasi asal Singapura setahun terakhir mengalami peningkatan yang pesat. Kadin Singapura,paparnya, telah menempatkan Indonesia sebagai urutan pertama destinasi investasi.

“Indonesia sebelumnya urutan ketiga. Walaupun situasi ekonomi global belum begitu membaik, tapi ini [investasi] menunjukkan peningkatan yang signifikan,” ucapnya.

Adapun, salah satu investasi asal Singapura yang cukup menyedot perhatian publik ialah Kawasan Industri Kendal (Jawa Tengah) yang diresmikan oleh Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong pada akhir tahun 2016.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi asal Singapura pada 2016 mencapai US$ 9,2 juta, naik 55,9 persen dari US$ 5,9 juta pada 2015.

Realisasi investasi asal Singapura itu mencaplok pangsa sebesar 31,7 persen dari total investasi asing yang sebesar US$ 28,96 juta. Raihan itu mengalahkan realisasi investasi asal Jepang ataupun Cina yang masing-masing sebesar US$ 5,4 juta dan US$ 2,7 juta.

Ngurah melanjutkan, selain pariwisata pelaku usaha asal Singapura juga tertarik untuk masuk ke sektor transportasi dan energi terbarukan seperti mikrohidro dan PLTG. Menurut dia, terdapat empat alasan utama Singapura mengalihkan investasinya ke Indonesia. Pertama, Indonesia merupakan pasar terbesar Asean sehingga berinvestasi di Indonesia berarti juga mendapatkan market Asean.

Kedua, Indonesia masih memiliki banyak tenaga kerja karena keunggulan usia produktif dan demografi. Ketiga, perbaikan peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia (Ease of Doing Business) yang naik 15 peringkat menjadi urutan ke-91 dunia.

Keempat, Indonesia sedang gencar membangun infrastruktur yang pada masa depan akan menjadi faktor penentu persaingan dengan negara Asean lainnya. “Saya yakin tahun akan lebih meningkat lagi,” imbuhnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button