CultureDestinationHeadline NewsTourism

Situs Warungboto Banyak Dikunjungi Pelajar dan Wisdom

Sejak dibuka pada bulan Desember 2016, Situs Warugboto tidak pernah sepi dari kedatangan wisatawan. Kebanyakan wisatawan yang datang ke wisata sejarah ini berasal dari pelajar dan wisatawan domestik.

“Kapan ya yang jelas bulan Desember 2016 lalu kita sudah mulai buka untuk wisatanya. Pengunjung yang datang kebanyakan wisatawan domestik dan pelajar,” ujar Juru Pelihara Situs Warungboto Agus Eko Suranto.

Umumnya pelajar tertarik berkunjung ke situs dikenal dengan sebutan pesanggrahan Rejowinangun ini karena bentuk bangunanya yang unik. Pesanggrahan ini dibangun saat era Sultan Hamengkubuwono (HB) II. Saa itu, HB II  membangun situs tersebut dengan memiliki banyak ruang mulai dari ruang utama hingga pendukung. Ruang utama ada di bagian utama pesanggrahan, meliputi ruang pengimaman dan kolam.

“Yang di sana dulunya merupakan tempat buat istirahat kerabat Kraton Yogyakarta. Ada kolamnya,” ujarnya.

Sementara itu salah satu pengunjung situs Warungboto yaitu Mariska Dewi Widowati mengatakan ia bersama teman-temannya sengaja melihat situs ini karena arsitekturnya yang unik. Ia mengagumi bentuk bangunan ini sehingga mengabadikan bangunan ini.

“Baru pertama kali ini datang ke sini. Bangunan seperti ini sangat artistik dan bagus untuk latar foto. Namun masih sangat disayangkan karena kurangnya perawatan.” ujarnya.

Mariska mengatakan, ia sudah memutari bangunan ini. Walaupun cuaca terik, namun Anda bisa mengelilingi bagian dalam situs untuk menghindari sengatan matahari. Ia meminta kepada pengurus situs ini untuk memberikan informasi di setiap ruangan yang ada.

“Ya kita tahu ini era HB II, tapi petunjuk ruangan ini dulu dipakai untuk apa? Kurang jelas. Tidak ada keterangannya,” ujarnya.

Walaupun ada kekurangan, namun situs ini tidak membuat wisatawan kecewa. Menurutnya situs Warungbroto di Yogyakarta ini mulai ramai dikunjungi wisatawan sejak dibuka untuk umum.

Yogyakarta yang dijuluki kota pelajar ini memiliki banyak wisata sejarah dan edukasi, sebut  aja Keraton Yogyakarta. Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atau lebih dikenal dengan nama Keraton Yogyakarta merupakan pusat dari museum hidup kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.

Keraton Yogyakarta tempatnya berada di tengah-tengah Yogyakarta. Ketika diambil garis lurus antara Gunung Merapi dan Laut Kidul, maka keraton menjadi pusat dari keduanya. Keraton Yogyakarta merupakan kerajaan terakhir dari semua kerajaan yang pernah berjaya di ranah Jawa.

Ketika kerajaan Hindu-Buddha berakhir, diteruskan kerajaan Islam pertama di Demak, lalu berdiri kerajaan lain seperti Mataram yang didirikan Sultan Agung. Terakhir, muncul Keraton Yogyakarta yang sampai sekarang masih menyimpan kebudayaan yang sangat mengagumkan.

Di tempat ini, wisatawan dapat belajar dan melihat langsung bagaimana budaya Jawa terus hidup serta dilestarikan. Keraton Yogyakarta dibangun Pangeran Mangkubumi pada 1755, beberapa bulan setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti.

 

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button