Tourism

Sosialisasi Indonesia – EFTA CEPA untuk Mendukung Tercapainya Sustainable Tourism di Indonesia

Kemlu gencarkan pembahasan mengenai ratifikasi Perjanjian Indonesia – the European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) melalui seminar daring “Sosialisasi Perjanjian Indonesia – EFTA CEPA Bidang Jasa Pariwisata” belum lama ini. IE-CEPA telah ditandatangani sebelumnya pada tanggal 16 Desember 2018 di Jakarta.

IE-CEPA merupakan perjanjian perdagangan yang komprehensif karena mencakup akses pasar, fasilitasi perdagangan dan investasi serta kerja sama peningkatan kapasitas. Mengingat EFTA merupakan kelompok negara tujuan ekspor non-migas ke-23 dan negara asal impor non-migas ke-25 terbesar bagi Indonesia, maka manfaat Perjanjian IE-CEPA bagi Indonesia sangat besar karena dapat memperluas akses pasar ke negara-negara EFTA serta meningkat peningkatkan daya saing produk Indonesia.

Webinar menghadirkan 3 orang narasumber, yaitu: Bapak Ir. I Putu Astawa, M.MA (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali), Bapak Iskandar Panjaitan (Direktur Perundingan Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan), dan Rudolf Nuetzi (Country Director Swisscontact Indonesia).

Melalui kegiatan Sosialisasi, ketiga narasumber menyampaikan kesempatan dan manfaat yang dapat diperoleh para pegiat perdagangan jasa khususnya di bidang pariwisata dari diberlakukannya perjanjian IE-CEPA, serta pengembangan sektor sustainable tourism di Indonesia yang menjadi daya tarik untuk wisatawan dari negara-negara anggota EFTA.

Peserta webinar sosialisasi berasal dari perwakilan Kementerian dan Lembaga terkait, kalangan pegiat perdagangan jasa pariwisata, sektor swasta, mahasiswa di negara EFTA dan Indonesia, hingga peneliti. Turut hadir juga Ketua Komite Swiss KADIN Indonesia dalam kegiatan ini sebagai salah satu peserta.

EFTA adalah organisasi antar-pemerintahan yang didirikan untuk mendorong perdagangan bebas dan integrasi ekonomi untuk kepentingan negara-negara anggotanya (Swiss, Norwegia, Liechtenstein, dan Islandia) serta negara mitranya. (Sumber: Kementerian Luar negeri)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close