Headline NewsLife StyleTourism

SPA & Wellness Tourism Award dan Pemilihan Duta Pariwisata Spa Indonesia 2019 Berlangsung Sukses

Pemilihan Duta Pariwisata Spa Indonesia 2019 yang diselenggarakan Yayasan Pariwisata SPA Indonesia (YPSI) bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata di Hotel Fairmont Jakarta, Senin malam (9/9/2019) berlangsung sukses.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan Puan Maharani,  Menteri Pariwisata .Arief Yahya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Ketua Dewan Pembina YPSI Annie Savitri, Vice Chairwoman Martha Tilaar Group Wulan Tilaar  serta  Fashion Designer Ferry Sunarto . Nama-nama tersebut juga,  merupakan  juri kehormatan untuk pemilihan duta pariwisata spa Indonesia ini. Selain itu, acara ini juga dihadiri Ketua YPSI Trisya Suherman dan perwakilan dari  industri spa se-Indonesia.

Keluar sebagai pemenang di kontes yang pertama kali digelar ini adalah Zahra amalina dari Provinsi Jawa Barat. Kemudian di posisi first runner-up diraih oleh Cornelia mewakili Kalimantan Barat, sedangkan di posisi second runner up disabet oleh Cornelia Adinda utusan Jawa Barat.

Nama ketiga finalis ini, merupakan nama-nama yang masuk di tiga besar. Sebelumnya mereka harus bersaing sesama finalis lainnya di babak 7 besar. Para pemenang,  diharapkan  dapat  berperan aktif  dalam mengembangkan pariwisata spa Indonesia

Selain menggelar Pemilihan Duta Pariwisata Spa Indonesia 2019,  diwaktu yang bersamaan, YPSI juga menyelenggarakan penghargaan “Spa & Wellness Tourism Award kepada individu maupun industri spa di tanah air. Ada 18 kategori yang direbutkan para industri spa di malam anugerah ini.

18 Kategori tersebut adalah : Culture Sps, Day Spa, Wellness Spa, Villa Spa, Destination Spa, Spa in 3 star, Spa in 4 star, Spa in 5 star, Chain Spa, 4 star Hotel, 5 star Hotel, Spa Goes International, Digital Marketing Spa , Muslimah Spa dan Mineral Hot Spring Spa.

Menpar mengapresiasi acara yang memiliki tujuan positif ini. Menpar menyebut acara ini dapat   meningkatkan daya saing spa Indonesia di dunia.

“Kita trapisnya bagus, bahkan destinasinya sudah berapa kali meraih penghargaan, namun jika berdasarkan off role rangkingnya tidak terlalu bagus, kita berada di atas 10, berarti ada di manajemennya, Nah ini start yang bagus dan  terapis itu berarti profesinya lalu tadi industri untuk perusahaannya, point saya untuk mengadakan ini tahun depan harus menggunakan standar yang sudah diakui secara internasional, kata Menpar usai acara.

Selain itu, menurut Menpar sebagai upaya meningkatkan posisi Spa Indonesia di dunia Kemenpar berupaya melakukan peningkatan SDM. “Sejak tahun 2018 – 2019 Kemenpar telah mensertifikasi 11.000 orang terapis,” ujar Menpar.

Sementara itu,  Ketua YPSI Trisya Suherman mengatakan semua industri spa  yang ikut menjadi peserta  merupakan industri yang sudah  terdaftar dari YPSI maupun Asosiasi Spa lainnya.

“Untuk penilaiannya kami lakukan visitasi, kunjungan dan interview. Itu semuanya kami lakukan dari bulan Juni yang lalu. Jadi datanya semua diterima, data-data yang kami terima itu semua ada perizinannya, kalau sudah oke semua  kita baru visitasi, sesuai tidak dengan kategori yang mereka ajukan,” kata wanita yang akrab di sapa Icha ini.

Lebih lanjut Icha berharap melalui acara ini, Pemerintah dapat memisahkan  spa dengan  sektor hiburan. Pasalnya  bergabungnya spa ke sektor hiburan, membuat pungutan pajak untuk bisnis spa terlalu berat,  mulai dari 35 persen hingga 70 persen yang dikenakan.

“kami berharap pemerintah dapat merevisi aturan perpajakan sehingga industri ini dapat berkembang cepat, mengingat aturan perundangan no 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah masuk pada kategori pajak hiburan sedangkan pada UU Kepariwisataan no 10 tahun 2009  ( yang terbit terlebih dahulu) saja sudah memisahkan bidang SPA dan pariwisata jasa hiburan.,” ujarnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close